Kabar Mojokerto - Daya beli masyarakat Indonesia saat ini terus melemah, yang salah satunya dipicu oleh penghasilan yang belum stabil. Situasi makin sulit karena lapangan kerja di Indonesia masih terbatas, sementara pemutusan hubungan kerja (PHK) terus terjadi dan sektor manufaktur mengalami penurunan aktivitas selama tiga bulan berturut-turut.
Pemerintah sebenarnya sudah memberikan stimulus sebesar Rp24,4 triliun sejak Juni, termasuk program subsidi upah, tapi bantuan ini belum cukup untuk membangkitkan kepercayaan konsumen secara signifikan.
Konsumen pun terpaksa mengurangi tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang makin mahal, sementara beban utang tetap membayangi.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Sebut Rekening yang Dipakai Transaksi Judol Tak Bisa Lagi Terima Bansos
| Kategori | Indeks per Juni 2025 | Perubahan |
| Indeks Keyakinan Konsumen | 117,8 | +0,3 |
| Indeks Ekonomi Saat Ini | 106,7 | +0,7 |
| - Indeks Penghasilan Saat Ini | 120,2 | +2,1 |
| - Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja | 94,1 | -1,6 |
| - Indeks Pembelian Barang Tahan Lama | 105,9 | +1,8 |
| Indeks Ekspektasi Konsumen | 128,9 | -0,1 |
| - Indeks Ekspektasi Penghasilan | 133,2 | -2,2 |
| - Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja | 124,1 | +0,3 |
| - Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha | 129,3 | +1,5 |
| Proporsi Pengeluaran Konsumen | ||
| - Konsumsi | 75,1% | +0,8% |
| - Cicilan Utang | 10,8% | +0,0% |
| - Tabungan | 14,1% | -0,8% |
(Sumber: Survei Konsumen Juni 2025, Bank Indonesia)
Melansir Bloomberg, Data Survei Konsumen Juni menunjukkan beberapa hal penting terkait kondisi ekonomi saat ini:
Kondisi Ekonomi Saat Ini
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Juni hanya naik tipis 0,3 poin, menandakan konsumen masih merasa ekonomi belum banyak berubah dibanding enam bulan sebelumnya. Konsumen dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan justru mengalami penurunan keyakinan yang cukup besar, turun 4,2 poin menjadi 106,1. Sementara kelompok dengan pengeluaran di bawah Rp2 juta per bulan juga pesimis, dengan indeks turun 3,2 poin ke angka 96,2, terendah sejak April 2022 dan sudah dua bulan berturut-turut mengalami penurunan.
Indeks ini terdiri dari tiga bagian utama, yakni pandangan tentang penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama.
Dari ketiganya, indeks ketersediaan lapangan kerja yang mengukur seberapa banyak peluang kerja yang dirasakan konsumen justru menurun 1,6 poin dan masuk zona pesimistis selama dua bulan berturut-turut.
Baca Juga: Ini 10 Saham yang Diborong Investor Asing Saat IHSG Melemah, TLKM Paling Banyak
Penghasilan dan Harapan ke Depan
Sebagian besar konsumen, terutama dari kelas menengah atas dan atas, merasa penghasilan mereka sekarang lebih rendah dibanding enam bulan lalu. Konsumen berpenghasilan rendah dan menengah justru melaporkan sedikit kenaikan.
Namun, harapan untuk penghasilan ke depan makin menurun. Semua kelompok konsumen memperkirakan penghasilan mereka bakal memburuk dalam enam bulan ke depan, terutama kelompok pendapatan terbawah serta kelas menengah atas dan atas.
Penurunan harapan penghasilan ini biasanya akan membuat masyarakat menahan belanja, yang akhirnya memperlambat pergerakan ekonomi secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Awas Jangan Salah, Ini Daftar 96 Pinjol yang Terdaftar OJK
Pengajuan KUR BRI 2025: Cek Syarat, Plafon Pinjaman, dan Simulasi Angsuran Terbaru
Ini 10 Saham yang Diborong Investor Asing Saat IHSG Melemah, TLKM Paling Banyak
Mensos Gus Ipul Sebut Rekening yang Dipakai Transaksi Judol Tak Bisa Lagi Terima Bansos