[embed]https://www.youtube.com/watch?v=_auWAYnX_VI[/embed]
Kabar Mojokerto – Pada Rabu, 15 Mei 2024, sebuah tradisi unik dan sakral berlangsung di Maha Vihara Mojokerto, Jawa Timur. Beberapa pria yang mengenakan kaus berwarna kuning sibuk memandikan patung Buddha tidur terbesar di Indonesia sebagai persiapan menyambut Hari Raya Waisak ke-2568. Patung yang memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter ini adalah kebanggaan masyarakat dan menjadi salah satu ikon penting bagi umat Buddha di Indonesia.
Proses pembersihan patung ini diawali dengan mengguyur patung menggunakan air kembang yang terdiri dari kelopak-kelopak mawar berwarna merah muda. Air kembang ini tidak hanya memberikan aroma harum tetapi juga menambah kesakralan upacara pembersihan. Setelah itu, para pria yang bertugas mulai membersihkan seluruh bagian patung dengan sikat. Setiap sudut patung disikat dengan hati-hati untuk memastikan semua bagian bersih sempurna. Langkah terakhir dalam proses ini adalah menyemprot patung dengan air dari selang, memastikan semua sisa kotoran terbilas bersih.
Tradisi memandikan patung Buddha tidur ini bukan hanya tentang pembersihan fisik, tetapi juga mengandung makna spiritual. Ini adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur umat Buddha menjelang perayaan Hari Raya Waisak, yang memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama. Patung Buddha tidur di Maha Vihara Mojokerto sendiri telah berdiri sejak tahun 1993, dibangun oleh para pematung dari Solo dan Trowulan. Dengan ukurannya yang monumental, patung ini tidak hanya menjadi yang terbesar di Indonesia tetapi juga menempati peringkat ketiga terbesar di dunia, setelah patung serupa di Thailand dan Myanmar.
Maha Vihara Mojokerto menjadi destinasi penting setiap menjelang Hari Raya Waisak. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah datang untuk ikut serta dalam upacara dan merayakan hari suci ini. Keindahan dan keagungan patung Buddha tidur menjadi daya tarik tersendiri, memperkuat peran Maha Vihara sebagai pusat spiritual dan budaya di Jawa Timur.
Seiring dengan persiapan menjelang Hari Raya Waisak, suasana di sekitar Maha Vihara semakin semarak. Tidak hanya pembersihan patung Buddha, tetapi juga berbagai aktivitas lainnya seperti pemasangan dekorasi, persiapan altar, dan latihan paduan suara untuk acara keagamaan. Semua ini dilakukan dengan penuh semangat dan kekhidmatan, mencerminkan betapa pentingnya Hari Raya Waisak bagi umat Buddha di Indonesia.
Upacara pembersihan patung Buddha tidur ini menjadi simbol kebersihan hati dan pikiran umat dalam menyambut Hari Raya Waisak. Dengan tubuh yang bersih dan hati yang suci, diharapkan setiap umat Buddha dapat merayakan Waisak dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan. Tradisi ini, yang terus dijaga dan dilestarikan, menjadi salah satu warisan budaya yang memperkaya keberagaman Indonesia.