Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggulirkan program Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (Sehati) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (Sejoli) di Desa Mojorejo, Kecamatan Pungging.
Dua program tersebut digelar di Balai Desa Mojorejo pada Selasa (4/6/2024) pagi. Dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dengan didiampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Ulum Rokhmat Rokhmawan.
Dalam kesempatan itu, Ikfina berpesan kepada Ibu hamil (bumil) terkait pemenuhan gizi. Ia menyampaikan, bumil kurang gizi dapat dilihat dari lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm.
“Setelah melahirkan bayi wajib diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah 6 Bulan diberikan PMT dg gizi seimbang tinggi protein sebagai zat pembangun. Setelah usia 1 tahun anak diberikan makan seperti porsi orang dewasa dengab menu gizi seimbang,” katanya kepada ibu hamil yang hadir.
Ikfina menegaskan, Pemkab Mojokerto terus berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, Bupati gencar menyampaikan bahaya stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) hingga kesehatan lansia.
"Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah persen dari standart. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi," terangnya.
Untuk para lansia, dirinya mengimbau agar para lansia rutin untuk mengecek kesehatannya di posyandu untuk menghindari para lansia terkena penyakit degeneratif. Selain itu juga rutin melalukan aktivitas secara mandiri dan menjaga pola makan.
“Lansia harus mandiri dalam melakukan aktifitas, maka perlu diperiksa rutin kesehatannya yakni TD, GDA, Cholesterol, UA,” terangnya.