Kabar Mojokerto - Sukirno (69), warga Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, membudidayakan pohon Maja yang diyakini sebagai cikal bakal nama kerajaan Majapahit.
Melalui langkah ini, Sukirno berharap anak cucunya dapat lebih mengenal sejarah serta oleh-oleh khas bumi Majapahit.
Saat ditemui oleh tim Kabar Mojokerto di tempat budidayanya pada Sabtu (30/11/2024), yang terletak di sebelah selatan Wisata Religi Siti Inggil, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, terlihat deretan tanaman Maja yang mengelilingi kedai kopi miliknya. Pohon-pohon Maja ini ditanam dengan rapi, baik di sisi samping maupun di belakang kedai.
Baca Juga: Pengrajin Kendang Mojokerto, 25 Tahun Berkarya untuk Musik Dangdut dan Kesenian Tradisional
Sukirno mengungkapkan niat utamanya membudidayakan pohon Maja adalah untuk mencegah kepunahan pohon tersebut. Selain itu, ia juga ingin memperkenalkan sejarah kerajaan Majapahit kepada generasi berikutnya, mengingatkan mereka akan salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Nusantara.
“Iya, supaya pohon ini tidak punah. Pohon ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting, jadi ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur,” ujar Sukirno.
Ia mengungkapkan bahwa ia mulai membudidayakan pohon Maja sejak tahun 2019. Awalnya, ia melihat ada satu pohon Maja di kawasan Siti Inggil, dan dari sana muncul inisiatif untuk memperbanyak pohon tersebut melalui teknik pencangkokan.
"Perawatannya cukup mudah. Yang penting, pohon ini disiram dua kali sehari, pagi dan sore. Tidak perlu pupuk khusus," jelasnya.
Baca Juga: Rujak Cingur Legendaris di Mojokerto, Tetap Eksis dengan Cita Rasa Khas
Seiring berjalannya waktu, usaha budidayanya berkembang pesat, hingga saat ini mencapai sekitar dua ribu pohon. Meski tidak pernah melakukan promosi secara khusus, pohon Maja hasil cangkokan ini banyak diminati oleh pengunjung dari luar daerah, terutama mereka yang datang ke situs makam Siti Inggil. Pengunjung tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Kediri, dan Sidoarjo.
Sukirno menjelaskan bahwa harga setiap pohon Maja yang dijual adalah Rp 50 ribu per meter, sebagai kenang-kenangan khas dari bumi Majapahit. Sedangkan untuk buah Maja, ia memberikan harga seikhlasnya.
“Kalau buahnya, ya seikhlasnya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kisah Perajin Wayang Kulit Mojokerto yang Karyanya Diminati Turis Asing
Mengintip Kampung Perajin Bambu di Mojokerto, Puluhan Tahun Tetap Eksis
Harga Emas Hari Ini 11 November 2024, Penggadaian Masih Anjlok
Update Harga Sembako Mojokerto Selasa 12 November 2024, Bawang Merah-Putih Naik
Cerita Sukses Pengusaha Krupuk Singkong di Mojokerto, Raup Omzet Puluhan Juta
Rujak Cingur Legendaris di Mojokerto, Tetap Eksis dengan Cita Rasa Khas
Harga Emas Hari Ini 8 November 2024 Naik Tipis
Harga Sembako Mojokerto Hari Ini 19 November 2024: Cabai-Bawang Kompak Naik
Harga Emas Hari ini 25 November 2024 Jadi Rp 1.539.000 per Gram
Pengrajin Kendang Mojokerto, 25 Tahun Berkarya untuk Musik Dangdut dan Kesenian Tradisional