ekonomi-bisnis

Jelang Hari Kemerdekaan, Perajin Mojokerto Panen Order Hiasan Merah Putih

Kamis, 24 Juli 2025 | 06:00 WIB
Cicin Yusi Angranita, perajin asal Mojokerto, tampak sibuk merangkai hiasan kepala merah putih pesanan Agustusan di rumah produksinya. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI, perajin hiasan kepala bertema merah putih di Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Mojokerto mengalami lonjakan pesanan.

Cicin Yusi Angranita, pemilik usaha kerajinan tangan Chichin Craft, mencatat permintaan mulai meningkat sejak awal Juli 2025.

“Tahun lalu kami produksi hingga 35 ribu item, mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak,” ujar Cicin saat ditemui di rumah produksinya, Rabu (23/7/2025).

Berbagai jenis produk seperti bando, mahkota, bros hingga ornamen jendela diproduksi secara manual di workshop miliknya.

Selama bulan Juli ini, pesanan yang masuk sudah mencapai 1.000 hingga 1.500 unit, dan diprediksi terus bertambah hingga Agustus. Produk yang paling digemari pelanggan adalah bando merak merah putih, yang menyumbang sekitar 60 persen dari total penjualan.

Baca Juga: Kenapa Tamu Hotel di Mojokerto Hanya Menginap 1 Hari? Data BPS Ungkap Alasannya

Hiasan kepala merah putih buatan Chichin Craft. (M Lutfi Hermansyah)

Untuk memenuhi permintaan pasar, Cicin memperkerjakan 12 orang selama musim Agustusan, dari Juli hingga September. Di luar musim perayaan, hanya lima karyawan tetap yang membantunya menjalankan usaha ini secara rutin.

Promosi produk dilakukan lewat platform digital seperti marketplace, Instagram, dan Facebook untuk menjangkau konsumen dari berbagai kota.

"Pesanan paling sering datang dari Jakarta, tapi kami juga kirim ke wilayah lain dari Sabang sampai Merauke," jelasnya.

Hiasan kepala produksi Chichin Craft dibuat dari kain flanel yang dipadukan dengan aksesori emas tiruan impor dari Tiongkok.

Proses pembuatan bando merak dimulai dari pemotongan flanel, lalu dirangkai di atas kerangka karton dan bando plastik menggunakan lem tembak. Tahap akhir dihias dengan bulu putih, aksesoris emas, dan diikat dengan benang kur sebagai sentuhan akhir.

Baca Juga: Hore! BSU Batch 4 Cair, Begini Cara Ceknya

Setiap harinya, satu pekerja mampu menyelesaikan sekitar 20 unit hiasan, sehingga total produksi harian bisa mencapai 100 pcs. Harga produk yang ditawarkan cukup bersaing, mulai dari Rp9 ribu hingga Rp35 ribu tergantung jenis dan desainnya.

Halaman:

Tags

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB