Kenapa Tamu Hotel di Mojokerto Hanya Menginap 1 Hari? Data BPS Ungkap Alasannya

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Rabu, 23 Juli 2025 | 07:00 WIB
Aston Mojokerto Hotel & Conference Center (Istimewa)
Aston Mojokerto Hotel & Conference Center (Istimewa)

Kabar Mojokerto - Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto mencatat bahwa rata-rata lama menginap tamu di hotel-hotel Kabupaten Mojokerto pada bulan Mei 2025 berada di angka 1,02 hari.

Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung hanya tinggal satu malam sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Menariknya, durasi menginap ini tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya, April 2025, yang juga mencatat angka rata-rata 1,02 hari.

Hal ini menandakan adanya konsistensi dalam pola kunjungan wisatawan yang lebih cenderung melakukan perjalanan singkat di wilayah Mojokerto.

Baca Juga: Hore! BSU Batch 4 Cair, Begini Cara Ceknya

Jika dilihat dari asal tamu, wisatawan domestik masih mendominasi kunjungan. Pada periode tersebut, tamu lokal tercatat menyumbang 99,83 persen dari total pengunjung, dengan rata-rata lama menginap 1,02 hari.

Sementara itu, tamu mancanegara hanya berkontribusi sebesar 0,17 persen dan mencatat rata-rata lama tinggal selama 1 hari.

Fenomena ini dapat menjadi refleksi dari karakteristik Mojokerto sebagai destinasi transit atau kunjungan singkat, di mana wisatawan lebih memilih kunjungan satu hari atau menginap satu malam saja sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah wisata lain di Jawa Timur.

Tingkat Hunian Hotel Mengalami Penurunan

Sementara itu, dari sisi okupansi kamar, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Mojokerto pada Mei 2025 tercatat sebesar 33,34 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 2,16 poin dibandingkan April 2025 yang mencapai 35,5 persen.

Perbandingan TPK Hotel di Kabupaten Mojokerto (persen), Januari 2024 - Mei 2025 (Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Mojokerto)

Penurunan ini diperkirakan terkait dengan berkurangnya jumlah hari libur di bulan Mei dibandingkan bulan sebelumnya.

Meskipun secara bulanan mengalami penurunan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka TPK tahun ini justru mengalami peningkatan.

TPK pada Mei 2024 hanya sebesar 29,47 persen, sementara pada Mei 2025 naik menjadi 33,34 persen, menunjukkan adanya peningkatan tingkat okupansi sebesar 3,87 poin secara tahunan.

Penurunan okupansi bulan ke bulan ini bisa menjadi perhatian bagi pelaku usaha perhotelan di Mojokerto dalam mengembangkan strategi promosi, terutama untuk mendorong wisatawan agar memperpanjang masa tinggal mereka.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB
X