Kabar Mojokerto - Harga emas masih tinggi di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu. Hari ini (21/7), emas keluaran Logam Mulia Antam berada di level Rp 1.927.00 per gram.
Di saat yang sama, harga kebutuhan pokok juga terus meningkat, namun pendapatan stagnan.
Dalam situasi seperti ini, wajar jika muncul pertanyaan besar: Apakah investasi emas masih menguntungkan bagi warga Mojokerto?
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri), Soekanto Sairuki mengatakan, investasi emas justru menjadi instrumen investasi safe haven atau pelindung nilai yang stabil meski di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. Saat pasar sedang lesu, emas cenderung mengalami kenaikan harga.
"Emas dianggap sebagai investasi yang aman karena tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga barang atau inflasi. Kenaikan harga emas lebih banyak mengikuti ketidakpastian ekonomi global dan juga nilai tukar rupiah terhadap dolar," kata Soekanto dikutip dari IDN Times, Senin (21/7).
Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Beras Oplosan Menurut Profesor IPB
Dalam sepuluh tahun terakhir, lanjut dia, kenaikan harga emas rata-rata naik sebesar 10-12 persen setiap tahun. Dengan kondisi yang lebih stabil dan aman tersebut lah investasi emas layak dalam melindungi nilai kekayaan.
"Secara logika umum, orang pasti akan melirik emas sebagai pilihan investasi jangka panjang," paparnya.
Artikel Terkait
Boneka Labubu Setinggi 1,3 Meter Masuk dalam Daftar Mainan Termahal di Dunia, Segini Harganya
Harga 14 Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Mojokerto Naik dari Pekan Lalu
Terjebak FOMO Beli Bitcoin Saat Harga Melonjak? Ini Hal-Hal yang Wajib Kamu Pahami
Bulog Mojokerto kucurkan Beras SPHP, Pembelian Dibatasi
Intip Table Pinjaman KUR BRI 2025 Plafon Rp 100-500 Juta, Ini Syaratnya Biar Langsung Cair
Catat! Ini 17 Kebutuhan Pokok yang Harganya Naik di Pasar Tradisional Mojokerto