Desa Medali di Mojokerto Dongkrak Ekonomi Masyarakat Melalui Industri Alas Kaki

Photo Author
Latif Saipudin, Kabar Mojokerto
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 21:32 WIB
Industri rumahan sepatu di Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto. (Muhammad Siswanto)
Industri rumahan sepatu di Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto. (Muhammad Siswanto)

 

Kabar Mojokerto - Industri rumahan alas kaki di Desa Medali, Kecamatan Puri, sedang menggeliat dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah per tahun dari produksi sepatu dan sandal. Hal ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Kepala Desa Medali, Miftahuddin, menyebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 100 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang produksi sandal dan sepatu, termasuk yang memanfaatkan platform marketplace untuk pemasaran.

“Produk pengrajin dari Desa Medali sudah menembus pasar di seluruh Indonesia, bahkan beberapa di antaranya tengah merencanakan ekspor,” jelas Miftah kepada Kabar Mojokerto, Kamis (10/10/2024).

Baca Juga: Ribuan Warga Terdampak Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan Bantuan Air Bersih

Miftah berambisi menjadikan Desa Medali sebagai pusat UKM sandal-sepatu, dengan harapan desa ini dikenal sebagai "Desa Alas Kaki" di Mojokerto. "Hampir tidak ada pengangguran di sini, sekitar 80 persen pemuda bekerja di sektor UMKM sepatu dan sandal," tambahnya.

UKM di Desa Medali memproduksi berbagai model sepatu, mulai dari sepatu olahraga, sneakers, hingga sepatu formal. Banyak di antara mereka yang telah memiliki merek sendiri. Miftah mendorong para pengrajin untuk meningkatkan kualitas produk agar dapat bersaing dengan merek-merek impor.

Pemerintah desa juga berupaya memfasilitasi perkembangan UKM melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Medali Beraksi. “BumDes bertindak sebagai komunikator dan memberikan pembinaan kepada UMKM. Kami siap membantu selama bukan masalah pendanaan, meskipun kami belum mampu memberikan modal,” ungkap Miftah.

Selama ini, BumDes Desa Medali telah melakukan pelatihan bagi generasi muda dan pelaku usaha, termasuk pelatihan pemasaran digital dan desain grafis. Selain itu, mereka juga membangun kios di Tanah Kas Desa (TKD) yang terletak di depan balai desa, sebagai tempat bagi para pelaku usaha untuk menjual produk mereka.

“Kami telah membangun kawasan pertokoan yang dikelola oleh BumDes, sehingga pelaku usaha dapat menempatinya dan menjadikan area tersebut sebagai sentra home industri sepatu dan sandal,” jelasnya.

Direktur BumDes Medali Beraksi, Muhammad Syafiudin, menambahkan bahwa saat ini mereka masih fokus pada pembinaan dan pemasaran melalui e-commerce, karena memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dengan biaya rendah.

“Kami berusaha meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk sepatu dan sandal dari Medali melalui berbagai event,” katanya. Salah satu contohnya adalah Medali Expo, yang diadakan selama tujuh hari dan dihadiri oleh Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, yang memuji acara tersebut.

“Saya berharap para perajin sepatu dan sandal di Desa Medali terus meningkatkan kualitas produksi agar diminati masyarakat luas,” tutup Syafiudin.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Sejarah dan Asal-usul Desa Claket di Mojokerto

Selasa, 2 September 2025 | 11:00 WIB
X