Kabar Mojokerto - Belakangan ini, banyak ditemukan individu yang merasa cemas dan takut akibat pengalaman trauma yang belum sepenuhnya teratasi.
Lantas, bagaimana cara mengatasi rasa trauma yang diderita oleh anak muda?
Menurut dr Ira Rositawati, dokter spesialis jiwa di RSI Hasanah Muhammadiyah Mojokerto, trauma dapat muncul dalam berbagai bentuk dan reaksi terhadapnya pun beragam.
Bagian terpenting dalam menghadapi trauma bukanlah apa yang dialami, melainkan kemampuan untuk mengenali dan merefleksikan diri terlebih dahulu, serta mencari tahu dari mana sumber trauma tersebut berasal.
“Masa muda adalah tahap pencarian jati diri. Pada usia ini, banyak yang kesulitan mengenali siapa dirinya, dan ini bisa memicu perasaan bingung atau tertekan. Oleh karena itu, penting untuk memahami asal-usul trauma tersebut, yang bisa saja berasal dari keluarga, pertemanan, atau lingkungan sosial lainnya,” ujar dr Ira saat diwawancarai Kabar Mojokerto, Kamis (7/11/2024).
Menurut dr Ira, trauma sering kali meninggalkan luka emosional yang dalam. Penyebabnya bisa sangat bervariasi, mulai dari merasa diremehkan hingga merasa tidak diperhatikan oleh orang-orang di sekitar. Dalam menghadapi hal ini, yang utama adalah kemampuan untuk menerima dan menghargai diri sendiri.
“Penderita trauma perlu belajar menerima kenyataan dan menghargai apa yang telah dilalui. Tidak semua pengalaman buruk, karena selalu ada sisi positif yang bisa dipelajari,” tambahnya.
Baca Juga: Ini Tips Cegah Influenza dari Dokter Mojokerto saat Musim Pancaroba
Anak muda, kata dr Ira, sangat membutuhkan ruang untuk berbicara dan berkonsultasi. Namun, tidak sedikit yang merasa kesulitan untuk mengungkapkan perasaan dan masalah yang sedang dihadapi.
“Maka, sangat penting untuk memiliki dukungan dari orang sekitar. Jika lingkungan sekitar tidak dapat memberikan bantuan yang memadai, maka seorang profesional, seperti psikiater atau psikolog, bisa menjadi pilihan. Jika ada keluarga yang peduli dan mampu mengajak berdialog, perhatian lebih akan sangat membantu. Ciptakan suasana yang nyaman agar mereka merasa aman untuk bercerita,” jelasnya.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! Perhatikan 5 Hal Ini untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Musim Hujan
Selain berbicara, dr Ira juga menyarankan penderita trauma untuk mengalihkan perhatian dengan aktivitas yang dapat menenangkan pikiran. Latihan relaksasi atau kegiatan yang disukai dapat membantu proses pemulihan.
“Bisa melalui olahraga, seni, atau kegiatan lainnya yang membawa kenyamanan. Intinya, temukan cara untuk menenangkan diri dengan hal-hal yang disukai,” pungkas dr Ira.
Dengan dukungan yang tepat dan upaya untuk mengenali diri sendiri, anak muda bisa lebih cepat pulih dari trauma dan menjalani kehidupan yang lebih sehat secara mental.
Artikel Terkait
Bahaya! Simak Risiko Penyakit Yang Doyan Makan Pedas Siap Saji
Tips Ampuh Agar Cepat Hamil buat Pasutri Baru, Simak di Sini!
Tubuh Gemoy Rentan Terserang Penyakit, Ini Tips Agar Tetap Sehat
Program Unggulan Presiden Prabowo, Ini Manfaat Makan Siang bagi Pelajar
Jangan Anggap Remeh! Perhatikan 5 Hal Ini untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Musim Hujan
Ini Tips Cegah Influenza dari Dokter Mojokerto saat Musim Pancaroba