Vaksinasi Digencarkan, 353 Ekor Sapi Terpapar PMK di Mojokerto Sembuh

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Kamis, 13 Februari 2025 | 08:23 WIB
Petugas kesehatan hewan tengah memberikan vaksinasi pada sapi di Kabupaten Mojokerto, upaya bersama untuk mencegah penyebaran PMK. (M Lutfi Hermansyah)
Petugas kesehatan hewan tengah memberikan vaksinasi pada sapi di Kabupaten Mojokerto, upaya bersama untuk mencegah penyebaran PMK. (M Lutfi Hermansyah)

 

Kabar Mojokerto - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto menggencarkan vaksinasi hewan ternak pada awal tahun 2025. Sebanyak 353 ekor sapi di Kabupaten Mojokerto yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) dinyatakan sembuh.

Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mencatat, angka kasus PMK menembus 393 ekor sapi per 10 Februari 2025. Kasus tertinggi di Kecamatan Dawarblandong mencapai 60 sapi, disusul Kutorejo 58 sapi, dan Jetis 51 sapi.

Dari jumlah tersebut, 353 sapi sembuh, 14 sapi dipotong paksa, 21 sapi mati, dan 5 sapi masih sakit.

Baca Juga: 21 Ekor Sapi di Mojokerto Mati Akibat PMK, Kini Tersisa 5 Kasus

“Alhamdulillah (sapi terjangkit PMK) yang sembuh terus bertambah. Sudah tidak ada tambahan kasus lagi, tapi memang masih ada beberapa yang dalam proses penyembuhan,” kata Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto kepada Kabar Mojokerto, Rabu (12/2/2025).

Sejak PMK kembali marak di Kabupaten Mojokerto akhir tahun lalu, Nuryadi telah menerjunkan tenaga kesehatan hewan ke desa-desa untuk melakukan penanganan. Awal tahun 2025, Kabupaten Mojokerto baru mendapatkan alokasi dosis vaksin dari Pemerintah Pusat.

Dari alokasi tersebut, sebanyak 38.000 dosis vaksin telah disuntikkan per 10 Februari 2025.

“Bulan Januari kemarin kami habiskan 3.500 dosis vaksin. Kemudian kami dapat alokasi lagi, sampai saat ini kami telah menghabiskan 38.000 dosis vaksin. Dan vaksinasi PMK masih terus kami gencarkan ke depannya,” ungkap Nuryadi.

Baca Juga: Bahaya Dibalik Miras Oplosan Bagi Tubuh

Keberhasilan menekan kasus PMK ini tak lepas dari upaya pencegahan yang selama ini dilaksanakan. Salah satunya penutupan 7 pasar hewan di Kabupaten Mojokerto selama 14 hari, tepatnya pada 15-28 Januari 2024 lalu.

“Penutupan pasar salah satu yang mengurangi penyebarluasan kasus PMK di Kabupaten Mojokerto,” pungkas Nuryadi.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MBG Tetap Jalan di Bulan Ramadan, Ini Bocaran Menunya

Selasa, 3 Februari 2026 | 16:05 WIB

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Kini Capai 261 Anak

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB

India Jadi Role Mode MBG, DPR Minta Kaji Ulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Cuaca Panas Ekstrem, Ini 6 Dampak Paparan Sinar UV

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:32 WIB
X