Kabar Mojokerto - Mojokerto telah memasuki awal musim hujan sejak 1 November 2024. BMKG Juanda memperkirakan cuaca ekstrem, termasuk hujan deras, angin kencang, hujan es, dan bahkan potensi banjir.
Kedatangan musim hujan ini menuntut kewaspadaan bersama, tidak hanya dari sisi bencana tetapi juga sejumlah penyakit yang muncul.
Baca Juga: Bongkar Mitos! Kenapa Makan Malam Tidak Selalu Menggagalkan Diet?
Dokter RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto, dr Agy Fristiawan Wahyosi, mengungkapkan bahwa ada 5 penyakit penyerta yang mengancam masyarakat selama musim hujan, antara lain influenza, demam berdarah dengue, diare, penyakit kulit, dan leptospirosis (infeksi bakteri).
Oleh karena itu, dr Agy mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan.
“Upaya pencegahan beragam penyakit ini meliputi konsumsi makanan bergizi dan seimbang, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, serta memastikan tidur yang cukup,” ujarnya.
Baca Juga: Tubuh Gemoy Rentan Terserang Penyakit, Ini Tips Agar Tetap Sehat
Selain itu, masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan 3M plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
“Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala penyakit saat musim hujan. Ini penting agar penanganan dapat dilakukan segera, sehingga aktivitas harian tidak terganggu,” tambah dr Agy.