Kabar Mojokerto - Mitos atau Fakta, bagi orang obesitas, makan malam menjadi salah satu pantangan terbesarnya. Bahkan, diyakini hanya akan membuat program diet menjadi sia-sia.
Salah satu dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Gatoel, dr. Supiansyah, menganggap mitos, bahwa makan malam akan membuat program diet menjadi berantakan atau bahkan gagal. Justru, ketika penderita obesitas menghindari makan malam, hal itu dapat memicu penyakit lambung.
"Pola makan harus teratur. Jika tidak makan pada waktu-waktu yang seharusnya, maka akan menyebabkan gangguan pada lambung. Jadi, siklusnya harus tetap berjalan," ungkap Supiansyah kepada wartawan (22/10/2024).
Baca Juga: Tubuh Gemoy Rentan Terserang Penyakit, Ini Tips Agar Tetap Sehat
Cara yang tepat adalah menjalani program defisit kalori dengan mengurangi asupan energi yang diperlukan oleh tubuh. Sebagai contoh, jika seseorang mampu menghabiskan 2.000 kalori dalam sehari, maka energi yang masuk ke dalam tubuh harus di bawah angka tersebut.
Meski demikian, penderita obesitas tidak boleh sembarangan melakukan defisit kalori. Agar tidak salah kaprah, ia menyarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi. Hal ini bertujuan agar saat menjalani program diet dengan cara defisit kalori, penderita tidak mengalami kelaparan atau bahkan jatuh sakit.
"Defisit kalori itu tujuannya menghancurkan lemak yang ada di dalam tubuh. Agar terjadi defisit, maka asupan kalorinya harus minus (-)," terangnya.
Menurutnya, di dalam tubuh manusia terdapat HPA aksis atau sistem yang mengatur berbagai fungsi tubuh. Mulai dari otak, lambung, hingga ginjal, sudah ada siklusnya. Oleh karena itu, sangat tidak dianjurkan untuk program diet yang mengurangi jadwal makan. Namun, perubahan harus difokuskan pada pola makan dengan mengecilkan jumlah kalori.
Baca Juga: Bahaya! Simak Risiko Penyakit Yang Doyan Makan Pedas Siap Saji
Caranya adalah dengan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi (seperti nasi) dan sebagai gantinya memperbanyak makanan yang rendah karbohidrat (seperti sayur dan buah). Meskipun dikurangi, bukan berarti mengeliminasi unsur tertentu. Makanan yang dikonsumsi harus tetap seimbang atau memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan serat.
"Cuma nanti proporsinya dan kebutuhan kalorinya harus dihitung, karena tujuannya adalah mencapai berat badan ideal. Jadi, kalori yang masuk harus seimbang dan tidak mengganggu pencernaan," tandasnya.
Artikel Terkait
Sosialisasi Germas, DPR RI Ajak Masyarakat Mojokerto Terapkan Pola Hidup Cerdik
Mojokerto Memasuki Musim Pancaroba, Waspadai Ragam Penyakit Ini
Kota Mojokerto Resmi Operasikan Labkesda BSL-2
Cewek Mojokerto Wajib Tahu! Tips Tetap Cantik Saat Panas Menyengat
Gaya Hubungan Intim, Panduan Posisi Terbaik Menurut Islam
Cuaca Panas Melanda Mojokerto, Ini Kata Dokter Efek Minum Es Dikala Suhu Panas
Cuaca di Mojokerto Semakin Panas, Waspada Risiko Heat Storke
Bahaya! Simak Risiko Penyakit Yang Doyan Makan Pedas Siap Saji
Tips Ampuh Agar Cepat Hamil buat Pasutri Baru, Simak di Sini!
Tubuh Gemoy Rentan Terserang Penyakit, Ini Tips Agar Tetap Sehat