kesehatan

16 Sapi di Mojokerto Mati Akibat PMK, Peternak Diimbau Tak Datangkan Sapi dari Luar Daerah

Jumat, 3 Januari 2025 | 19:49 WIB
Petugas Disperta Kabupaten Mojokerto memeriksa sapi yang terinfeksi PMK, memastikan penanganan dan pencegahan penyebaran penyakit. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mencatat adanya belasan sapi yang mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK). Peternak diminta untuk tidak mendatangkan sapi dari luar daerah.

"Sampai saat ini ada 16 ekor sapi mati dan 9 sapi dipotong paksa," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Disperta Kabupaten Mojokerto, Tutik Suryaningdyah, kepada Kabar Mojokerto, Jumat (3/1/2025).

Berdasarkan data yang dirilis Disperta Kabupaten Mojokerto, terdapat 241 sapi yang terinfeksi PMK di Kabupaten Mojokerto pada 29 Desember 2024. Namun, saat ini, jumlah sapi terinfeksi PMK di Kabupaten Mojokerto mengalami penurunan.

Baca Juga: Tren Laki-laki Tidak Bercerita, Apa Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental?

Menurut Tutik, sekitar 80 ekor sapi dinyatakan sembuh setelah mendapatkan penanganan.

"Sejauh ini, kasusnya belum ada penambahan, tetapi dari laporan ada penambahan dalam hal kesembuhan. Dari 241 ekor sapi, sekitar 80-an sapi sembuh, sepertinya semakin meningkat," ungkapnya.

Tutik meminta para peternak tidak panik dengan merebaknya kasus PMK. Sebab, menurut dia, penyakit ini dapat disembuhkan dengan pemberian obat, seperti analgesik dan vitamin untuk pencegahan. Di samping itu, Disperta juga terus mengintensifkan vaksinasi PMK agar ternak kebal terhadap penyakit mematikan tersebut.

Baca Juga: Daging dan Susu Sapi Terinfeksi PMK Aman Dikomsumsi? Ini Penjelasaan Disperta Kabupaten Mojokerto

Guna mencegah semakin merebaknya PMK, Disperta mengimbau peternak untuk tidak mendatangkan sapi dari luar daerah. Pasalnya, sapi yang baru datang tidak diketahui riwayatnya. Meski demikian, tidak ada pembatasan terhadap ternak yang masuk ke Mojokerto.

"Memang tidak ada larangan. Tapi kami imbau para peternak untuk tidak mendatangkan sapi baru, karena kondisinya belum jelas (terpapar PMK atau tidak)," terang Tutik.

Tags

Terkini

MBG Tetap Jalan di Bulan Ramadan, Ini Bocaran Menunya

Selasa, 3 Februari 2026 | 16:05 WIB

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Kini Capai 261 Anak

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB

India Jadi Role Mode MBG, DPR Minta Kaji Ulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Cuaca Panas Ekstrem, Ini 6 Dampak Paparan Sinar UV

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:32 WIB