Kabar Mojokerto- Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi kembali muncul di Mojokerto. 6 ekor sapi dilaporkan mati wabah PMK tersebut.
Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mencatat, hingga akhir Desember 2024 ada 108 kasus PMK di wilayah Kabupaten Mojokerto. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Disperta Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah.
Namun sayangnya, Tutik belum merinci penyebaran virus PMK tersebut.
“Iya memang ada penularan PMK di Kabupatejn Mojokerto. Untuk sementara jumlah yg sudah masuk laporan ISikhnas sebanyak 108 ekor (sapi),” katanya kepada Kabar Mojokerto, Senin (30/12/2024).
Informasi yang dihimpun, kasus kematian sapi akibat terjangit PMK terjadi di Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto. Kepala Desa Madureso Suwarno membenarkan hal tersebut.
Artikel Terkait
Arena Judi di Pungging Mojokerto yang Dibakar Beromzet Puluhan Juta, Disamarkan dengan Kandang Sapi
Sapi Hamil di Dlanggu Mojokerto Terperosok Sumur Tua, Proses Evakuasi Pakai Backhoe
Rekomendasi Cara Mengolah Daging Kurban Idul Adha 2023, Gulai Cincang Kikil, Sate Kambing, Rawon, dan Soto Daging Sapi Bening Solo
Pohon Perindang Tumbang di Jalan Pacet-Cangar Mojokerto, Sebabkan Macet