Kasus PMK Merebak di Mojokerto, 6 Ekor Sapi Dilaporkan Mati

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Senin, 30 Desember 2024 | 13:11 WIB
Sapi mati di Desa Madureso, Dawarblandong, Mojokerto yang ditengarai karena terjangkit  penyakit mulut dan kuku (PMK).  (M Lutfi Hermansyah)
Sapi mati di Desa Madureso, Dawarblandong, Mojokerto yang ditengarai karena terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). (M Lutfi Hermansyah)

 

 

Kabar Mojokerto- Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi kembali muncul di Mojokerto. 6 ekor sapi dilaporkan mati wabah PMK tersebut.

 

Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mencatat, hingga akhir Desember 2024 ada 108 kasus PMK di wilayah Kabupaten Mojokerto. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Disperta Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah.

 

Namun sayangnya, Tutik belum merinci penyebaran virus PMK tersebut.

 

“Iya memang ada penularan PMK di Kabupatejn Mojokerto. Untuk sementara jumlah yg sudah masuk laporan ISikhnas sebanyak 108 ekor (sapi),” katanya kepada Kabar Mojokerto, Senin (30/12/2024).

 

Informasi yang dihimpun, kasus kematian sapi akibat terjangit PMK terjadi di Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto. Kepala Desa Madureso Suwarno membenarkan hal tersebut.

 

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MBG Tetap Jalan di Bulan Ramadan, Ini Bocaran Menunya

Selasa, 3 Februari 2026 | 16:05 WIB

Korban Keracunan MBG di Mojokerto Kini Capai 261 Anak

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:45 WIB

India Jadi Role Mode MBG, DPR Minta Kaji Ulang

Selasa, 4 November 2025 | 11:06 WIB

Cuaca Panas Ekstrem, Ini 6 Dampak Paparan Sinar UV

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:32 WIB
X