Kabar Mojokerto - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak, khususnya sapi, telah memicu keresahan masal atas risiko penularannya kepada manusia. Terutama saat daging sapi terinfeksi itu dikonsumsi.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto Tutik Suryaningdyah, menegaskan PMK bukanlah penyakit zoonis atau yang bisa menular ke manusia.
Manusia juga tidak memiliki jaringan sel yang bisa menjadi inang virus PMK sehingga virus tersebut tidak bisa berkembang biak pada tubuh manusia.
Daging dan susu yang berasal dari hewan yang sakit PMK aman dikonsumsi. Virus PMK tidak menular ke orang dan tidak menyebabkan orang sakit. Virus itu harus bisa menempel pada jaringan yang tepat. Di dalam sel tubuh manusia tidak memiliki tempat untuk menempel virusnya itu," tuturnya.
Baca Juga: Kasus PMK Merebak di Mojokerto, 6 Ekor Sapi Dilaporkan Mati
Meski demikian, Tutik mengimbau masyarakat untuk mencuci bagian hewan ternak seperti jeroan, bibir, lidah, kepala, kaki bagian bawah, buntut, dan tulang lebih pada mencegah penyebaran kepada sesama hewan.
"Direbus itu mematikan virus jika hewannya tertular sehingga kita tidak makin menyebarkan PMK ke lingkungan yang berpotensi menularkan ke hewan yang sehat," imbuhnya.
PMK atau Food and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus. Hewan yang rentan tertular yaitu sapi, kerbau, unta, gajah, rusa kambing, domba dan babi
Artikel Terkait
Rekomendasi Cara Mengolah Daging Kurban Idul Adha 2023, Gulai Cincang Kikil, Sate Kambing, Rawon, dan Soto Daging Sapi Bening Solo
Daging Sapi Tetap Mahal Jelang Idul Adha di Mojokerto, Bawang Putih - Cabai Merah Naik
Sapi Terjangkit PMK di Mojokerto Tembus 241 Ekor, 13 Mati dan 9 Dipotong Paksa
Catat! 7 Akses Masuk Kota Mojokerto Ditutup Saat Malam Tahun Baru