Kabar Mojokerto - BMKG Juanda mengumumkan sebagian wilayah Jawa Timur, termasuk Mojokerto, telah memasuki puncak musim hujan. Meski hujan membawa kesejukan, namun juga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan saat cuaca dingin.
Berdasarkan rilis yang diunggah di akun Instagram @infobmkgjuanda, potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur diperkirakan akan terjadi pada periode 2-10 Januari 2025. Hal ini disebabkan oleh fenomena gelombang atmosfer frekuensi rendah, aktifnya Monsun Asia, serta terbentuknya daerah tekanan rendah di wilayah Samudra Hindia sebelah utara Jawa Timur.
“BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, dan pohon tumbang,” tulis keterangan di akun @infobmkgjuanda yang dikutip Kabar Mojokerto, Sabtu (4/1/2025).
Baca Juga: Kasus PMK di Mojokerto Terkendali, Jumlah Sapi Terpapar Turun
Di Mojokerto, suhu udara belakangan ini sempat mencapai 17 derajat Celsius. Kondisi ini dapat mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang dan membuatnya lebih rentan terhadap beberapa penyakit.
"Cuaca dingin seperti sekarang tentu saja mempengaruhi daya tahan tubuh, apalagi bila kita mengalami kelelahan akibat aktivitas yang berlebihan," kata dr Agy Fristiawan Wahyosi, Dokter Umum di RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/1/2025).
Berbagai penyakit sering muncul akibat cuaca dingin, seperti flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang jika tidak ditangani dengan baik dapat berlanjut ke infeksi paru-paru.
Udara dingin cenderung membuat saluran pernapasan menjadi kering. Kondisi saluran napas yang kering rentan membuat partikel-partikel asing dari udara kotor atau polusi menempel di saluran pernapasan.
“Sehingga menjadi faktor risiko infeksi saluran napas dengan gejala demam, pusing, hidung mampet, dan batuk-batuk," ungkap Agy.
Untuk mengantisipasi tubuh yang mudah drop, lanjut dokter Agy, ada beberapa tips bertahan di tengah cuaca dingin. Antara lain, minum multivitamin, menggunakan jaket, pakaian berlapis, topi, kaus kaki tebal, sarung tangan, dan pakaian yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh saat berada di luar ruangan.
Baca Juga: 16 Sapi di Mojokerto Mati Akibat PMK, Peternak Diimbau Tak Datangkan Sapi dari Luar Daerah
"Senantiasa menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi multivitamin. Jangan lupa untuk selalu kenakan jaket atau baju hangat saat beraktivitas di luar ruangan saat udara dingin," paparnya.
Selain itu, menjaga pola makan dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar serta minum air putih. “Olahraga dan istirahat teratur juga tidak kalah pentingnya. Olahraga tidak harus yang berat-berat, senam dan lari sudah cukup,” pungkas Agy.