Ditulis oleh:
Nur Laila Hanik, S.Pd.I
Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah di bulan Ramadan. Karena salat tarawih memiliki jumlah rakaat lebih banyak dari salat wajib, tak jarang dijumpai dilaksanakan super cepat alias ngebut.
Saking cepatnya, rakaat dengan jumlah banyak hanya ditempuh dengan waktu menitan saja.
Lalu, bagaimana hukumnya melaksanakan salat tarawih dengan ngebut?. Sebab Kecepatan dalam melaksanakan shalat tarawih dapat mengabaikan makna penting dari ibadah itu sendiri, yaitu ketenangan dan kekhusyukan.
Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Berpuasa? Yuk Cari Tahu Kewajiban dan Kelonggarannya
Salat Tarawih: Tujuan dan Makna
Tarawih adalah shalat sunnah yang memiliki nilai ibadah tinggi dan hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Shalat ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperoleh pahala, serta mencapai ketenangan dan kekhusyukan dalam beribadah. Kata "tarawih" berasal dari kata "raha" yang berarti rehat atau istirahat.
Artinya, salat tarawih seharusnya dilaksanakan dengan tenang dan khusyuk, memberi kesempatan untuk merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca, serta menikmati kedekatan dengan Sang Pencipta.
Namun, dalam kenyataannya, banyak pelaksanaan tarawih yang dilakukan dengan terburu-buru, seringkali hanya karena mengejar jumlah rakaat tertentu. Kecepatan dalam melaksanakan shalat tarawih dapat mengabaikan makna penting dari ibadah itu sendiri, yaitu ketenangan dan kekhusyukan.