Kabar Mojokerto - Stadion Gajah Mada di Mojosari, Kabupaten Mojokerto, berubah menjadi lautan putih pada Rabu pagi (30/4/2025), 5.690 anak-anak usia dini mengikuti kegiatan Manasik Haji Cilik Ceria. Kegiatan edukatif dan religius ini menjadi ajang simulasi ibadah haji yang dirancang khusus untuk siswa Raudhatul Athfal (RA) dari 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Dengan mengenakan pakaian ihram mini, sebanyak 5.690 anak-anak tampak penuh semangat menjalani rangkaian manasik, mulai dari thawaf mengelilingi miniatur Kakbah, sa’i di antara replika bukit Shafa dan Marwah, hingga simbolisasi melempar jumrah. Mereka didampingi oleh para guru dan orang tua yang juga turut serta menyemarakkan kegiatan ini.
Kegiatan dua tahunan yang digagas oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Mojokerto ini dibuka langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengenalan nilai-nilai keislaman sejak usia dini, tidak hanya sebagai pembelajaran ritual, tetapi juga sebagai landasan pembentukan karakter.
Baca Juga: Lima Anggota Polres Mojokerto Siap Naik Haji, Doa Bersama Digelar
"Anak-anak tidak sekadar belajar praktik haji, tapi juga menanamkan akhlak dan nilai spiritual. Ini adalah investasi jangka panjang agar mereka tumbuh menjadi generasi cerdas dan berakhlakul karimah," ujar pria yang akrab disapa Gus Barra.
Ia juga mengingatkan kepada para orang tua mengenai lamanya masa tunggu ibadah haji di Indonesia. Menurutnya, mendaftarkan anak sedini mungkin merupakan langkah bijak agar kelak bisa berhaji dalam usia yang produktif.
Kegiatan ini turut diapresiasi oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Muttakin. Ia menyebut acara ini sebagai salah satu bentuk kerja nyata para pendidik dalam menyemai kecintaan pada agama dan ibadah sejak dini.
“Ini bukan kegiatan biasa. Dengan lebih dari 5.600 anak ikut serta, ini membuktikan semangat luar biasa dari guru-guru RA dan peran aktif orang tua,” ungkap Muttakin.
Baca Juga: Rekomendasi Toko Oleh-Oleh Haji Terbaik di Mojokerto
Selain Bupati dan Kepala Kemenag, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimca Mojosari, serta perwakilan dari organisasi pendidikan seperti IGRA, HIMPAUDI, dan HP3. Mereka menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari semua pihak.
Manasik Haji Cilik Ceria menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan keagamaan bisa dikemas dengan menyenangkan dan tetap bermakna, menjadikan anak-anak Mojokerto tidak hanya pintar, tapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat sejak usia dini.