"Seperti arahan Presiden Prabowo, masalah kesehatan anak-anak ini akan kita atasi bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat dengan layanan yang sesuai dengan fasilitas kesehatan di sana," kata Gus Ipul dikutip dari laman kemensos.go.id, Sabtu (26/7/2025).
Baca Juga: Sekolah Rakyat Akan Dibangun di Banyulegi Mojokerto, Anggaran Lahan Capai Rp 8,5 Miliar
Selain masalah kesehatan, ada tiga hal lain yang menjadi perhatian utama Gus Ipul, yaitu bullying (perundungan), kekerasan fisik maupun seksual dan intoleransi dalam lingkungan Sekolah Rakyat.
Ia meminta para kepala sekolah memitigasi hal-hal tersebut. Pihaknya akan menggandeng tim kurikulum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk membuat Standar Operasional Prosedur untuk penanganan ketiganya.
"Saya titipkan sejak awal kepada para kepala sekolah. Ini sedang dimatangkan kurikulumnya, SOP-nya, kode-kodenya supaya para kepala sekolah memiliki standar yang sama dalam memitigasi tiga hal yang tidak boleh terjadi di sekolah rakyat tersebut," pesannya.
Gus Ipul meningatkan pentingnya bekerja sebagai tim agar Sekolah Rakyat berjalan maksimal.
"Kita ini satu tim yang punya tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mari kita selesaikan tugas kita masing-masing. Mari bekerja sebagai tim," kata Gus Ipul.
Sebanyak 100 Sekolah Rakyat telah berdiri di berbagai penjuru Indonesia pada tahun ajaran 2025-2026.. 63 titik telah memulai MPLS dan 37 sisanya akan beroperasi saat renovasi bangunan selesai pada akhir Juli atau awal Agustus.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Sebut Rekening yang Dipakai Transaksi Judol Tak Bisa Lagi Terima Bansos