Gus Ipul menambahkan, daerah dan latar belakang anak yang berbeda di tiap Sekolah Rakyat dapat memicu permasalahan yang berbeda pula.
Karenanya, ia menyerahkan penanganan kepada Kepala Sekolah, meski tetap berpegang pada norma dan batasan yang berlaku.
"Silakan berinovasi, silakan melakukan hal-hal yang mungkin dibutuhkan sesuai situasi dan kondisi bapak ibu sekalian, tetapi tetap dalam batas dan norma yang ada," imbuhnya.
Artikel Terkait
Ini Daftar 159 SDN di Kabupaten Mojokerto yang Kekurangan Siswa Baru Hasil SPMB 2025
Cara Mudah Cek Bantuan Program Indonesia Pintar untuk Siswa Mojokerto
Program Indonesia Pintar 2025: Ini Besaran Bantuan dan Jadwal Pencairannya
40 Unit Laptop Chromebook Bantuan Kemendikbud untuk SMPN 6 Mojokerto Rusak, Sekolah Perbaiki dari Dana BOS
Pemkot Mojokerto Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis untuk Siswa TK-SMP Baru