40 Unit Laptop Chromebook Bantuan Kemendikbud untuk SMPN 6 Mojokerto Rusak, Sekolah Perbaiki dari Dana BOS

Photo Author
Muhammad Gusta, Kabar Mojokerto
- Kamis, 17 Juli 2025 | 20:04 WIB
Guru SMPN 6 Mojokerto menunjukkan Chromebook bantuan Kemendikbud yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar sehari-hari. (M Gusta)
Guru SMPN 6 Mojokerto menunjukkan Chromebook bantuan Kemendikbud yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar sehari-hari. (M Gusta)

Kabar Mojokerto - SMP Negeri 6 Kota Mojokerto harus mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 juta untuk merawat laptop Chromebook bantuan dari Kemendikbud yang mengalami kerusakan.

Perangkat berbasis Chrome OS ini merupakan bagian dari program Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tahun 2022 yang didistribusikan ke berbagai sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 6 Mojokerto, Widayatiningsih, menjelaskan bahwa sekolahnya menerima 135 unit laptop Chromebook dari pemerintah pusat. Seluruh perangkat itu telah dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam kelas maupun di laboratorium komputer.

"Chromebook ini sangat membantu proses pembelajaran, guru menggunakan untuk mengajar, sedangkan siswa memakainya di Lab 2 dan Lab 3," ujarnya saat ditemui Kamis (17/7/2025).

Baca Juga: Program Indonesia Pintar 2025: Ini Besaran Bantuan dan Jadwal Pencairannya

Sebanyak 39 guru termasuk kepala sekolah masing-masing menerima satu unit Chromebook untuk menunjang tugas mengajar. Sisanya sebanyak 94 unit digunakan secara bergantian oleh siswa, khususnya untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer dan pembelajaran TIK.

Sekolah ini memiliki total 21 rombongan belajar dari kelas 7 hingga kelas 9, dengan rata-rata jumlah siswa 32 orang per kelas. Widayatiningsih menyebutkan bahwa Chromebook juga menjadi solusi karena tidak semua siswa memiliki perangkat pribadi dan kuota internet.

"Kami sediakan akses internet dan Chromebook di laboratorium agar siswa bisa belajar dan mengikuti ujian secara daring," ungkapnya.

Namun, sejak awal 2024, puluhan Chromebook mengalami kerusakan setelah lama tidak digunakan karena jeda kegiatan belajar. Dari total 94 unit yang tersedia untuk siswa, hanya 54 unit yang masih berfungsi normal. Kerusakan paling sering terjadi pada baterai dan komponen internal seperti trackpad atau papan sentuh.

"Setelah tidak dipakai cukup lama, ada sekitar 40 unit yang bermasalah, sebagian tidak bisa dinyalakan sama sekali," ujarnya.

Kesulitan mencari suku cadang membuat pihak sekolah terpaksa mengambil langkah alternatif dalam proses perbaikan. Beberapa perangkat diperbaiki dengan metode kanibal, mengambil komponen dari laptop merek lain untuk menggantikan yang rusak.

Langkah ini dilakukan oleh teknisi rekanan karena harga komponen asli terlalu mahal dan sulit diperoleh di pasaran.

Baca Juga: Cara Mudah Cek Bantuan Program Indonesia Pintar untuk Siswa Mojokerto

"Perawatan satu unit bisa menelan biaya antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu, itu pun dengan baterai non-original," jelas Widayatiningsih.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum Merayakan Hari Valentine Menurut MUI

Jumat, 13 Februari 2026 | 17:48 WIB

Apa Itu Tarhib Ramadhan? Simak Penjelasannya di Sini

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:42 WIB

Doa Nabi Adam untuk Dibaca di Malam Nisfu Syaban

Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:57 WIB

Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab

Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:00 WIB

Kemenag Akan Susun Standarisasi Rumah Ibadah di SPBU

Selasa, 18 November 2025 | 11:41 WIB
X