Kabar Mojokerto - SMP Negeri 6 Kota Mojokerto harus mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 juta untuk merawat laptop Chromebook bantuan dari Kemendikbud yang mengalami kerusakan.
Perangkat berbasis Chrome OS ini merupakan bagian dari program Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tahun 2022 yang didistribusikan ke berbagai sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 6 Mojokerto, Widayatiningsih, menjelaskan bahwa sekolahnya menerima 135 unit laptop Chromebook dari pemerintah pusat. Seluruh perangkat itu telah dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam kelas maupun di laboratorium komputer.
"Chromebook ini sangat membantu proses pembelajaran, guru menggunakan untuk mengajar, sedangkan siswa memakainya di Lab 2 dan Lab 3," ujarnya saat ditemui Kamis (17/7/2025).
Baca Juga: Program Indonesia Pintar 2025: Ini Besaran Bantuan dan Jadwal Pencairannya
Sebanyak 39 guru termasuk kepala sekolah masing-masing menerima satu unit Chromebook untuk menunjang tugas mengajar. Sisanya sebanyak 94 unit digunakan secara bergantian oleh siswa, khususnya untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer dan pembelajaran TIK.
Sekolah ini memiliki total 21 rombongan belajar dari kelas 7 hingga kelas 9, dengan rata-rata jumlah siswa 32 orang per kelas. Widayatiningsih menyebutkan bahwa Chromebook juga menjadi solusi karena tidak semua siswa memiliki perangkat pribadi dan kuota internet.
"Kami sediakan akses internet dan Chromebook di laboratorium agar siswa bisa belajar dan mengikuti ujian secara daring," ungkapnya.
Namun, sejak awal 2024, puluhan Chromebook mengalami kerusakan setelah lama tidak digunakan karena jeda kegiatan belajar. Dari total 94 unit yang tersedia untuk siswa, hanya 54 unit yang masih berfungsi normal. Kerusakan paling sering terjadi pada baterai dan komponen internal seperti trackpad atau papan sentuh.
"Setelah tidak dipakai cukup lama, ada sekitar 40 unit yang bermasalah, sebagian tidak bisa dinyalakan sama sekali," ujarnya.
Kesulitan mencari suku cadang membuat pihak sekolah terpaksa mengambil langkah alternatif dalam proses perbaikan. Beberapa perangkat diperbaiki dengan metode kanibal, mengambil komponen dari laptop merek lain untuk menggantikan yang rusak.
Langkah ini dilakukan oleh teknisi rekanan karena harga komponen asli terlalu mahal dan sulit diperoleh di pasaran.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Bantuan Program Indonesia Pintar untuk Siswa Mojokerto
"Perawatan satu unit bisa menelan biaya antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu, itu pun dengan baterai non-original," jelas Widayatiningsih.
Artikel Terkait
Panduan dan Juknis MPLS 2025 untuk Jenjang SD, SMP dan SMA
MPLS Sudah Ada Sejak Era Kolonila Belanda, Ini Manfaatnya Bagi Siswa Baru
Cara Mudah Cek Bantuan Program Indonesia Pintar untuk Siswa Mojokerto
Program Indonesia Pintar 2025: Ini Besaran Bantuan dan Jadwal Pencairannya