Kabar Mojokerto - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto memberikan imbauan kepada Ansor dan Banser tak menggunakan atribut organisasi untuk kepentingan politik.
Imbau tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Mojokerto terpilih Abdul Muchid. Imbauan ini sebagai tindak lanjut mencermati dinamika politik menghadapi Pilbub Mojokerto 2024.
Hal itu karena dari dua kandidat bakal calon pasangan (bapaslon) bupati dan wakil bupati Mojokerto 2022 sama-sama punya keterikatan dengan NU, baik secara kultural maupun kultural.
Misalnya, Ikfina Fahmawati yang berpasangan dengan Sya’dulloh Syarofie atau Gus Dulloh. Gus Dulloh merupakan kader Ansor sekaligus pernah menjabat sebagai Wakil Ketua II PCNU Kabupaten Mojokerto.
Ia mempunyai basis massa dari kalangan NU, terutama Ansor dan Banser karena putra dari seorang ulama kharismatik. Yakni KH Chusaini Ilyas.
Sedangkan kandidat penantang pasangan tersebut, ialah Muhammad Al Barra atau Gus Barra - dr Rizal Oktavian. Gus Barra sendiri saat ini berstatus sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto. Tentunya, ia memiliki massa yang militan di barisan Ansor dan Banser.
Disamping itu, ia putra dari KH Asep Saipudin Chalim. Kiai Asep merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu).