“Sebaiknya perorangan saja, jangan membawa orgnisasi. Saya berharap warga NU bisa rukun dan tetap kompak walaupun beda pilihan. (Beda pilihan) Itu lumrah namanya pemilihan seperti itu warga NU sudah pinter-pinter,” ungkapnya.
Baca Juga: Bikin Polusi Visual, Pengamat Sebut Baliho Paslon di Pilkada Mojokerto Tak Dongkrak Elektabilitas
Tokoh Pagar Nusa Jawa Timur ini tak segan-segan akan melayangkan teguran apabila mendapati kader NU yang terlibat mendukung paslon dengan mengatasnamakan organisasi.
“NU 18 lembaga dan 14 banom. Saya imbau semuanya supaya tak membawa banom dan lembaga ke arus politik. Kalau ada anggotanya ke sana ya monggo saja. Tapi kampanyenya atas nama pribadi saja, tidak usah saling menjelak-jelekkan,” paparnya.
Artikel Terkait
Ikfina - Gus Dulloh Daftar ke KPU Kabupaten Mojokerto Pakai Baju Adat Khas Majapahit
Dua Cakada Pilwali Mojokerto Daftar ke KPU di Hari Terakhir, Ning Ita Pagi - Junaedi Malam
Diantar Ribuan Pendukung, Ning Ita - Cak Sandi Daftar ke KPU Kota Mojokerto
Hanya Diusung PKB, Junaedi - Amin Resmi Daftar Ke KPU Kota Mojokerto
PKB Dikeroyok, Pengamat Nilai Junaedi - Amin Akan Berat Menangkan Pilwali Mojokerto 2024
Dua Bapaslon Pilwakot Mojokerto Jalani Tes Kesehatan di RSUD dr Soetomo, Hasilnya Diumumkan 6 September