Mojokerto - Periksa di RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto kini tidak harus antre mengambil obat di loket farmasi. Pasien rawat jalan dapat memanfaatkan fasilitas jasa antar obat ke rumah, sehingga tidak perlu repot mengantre dan menunggu lama.
Kabag Tata Usaha RSUD RA Basoeni Djoni Wintoro mengatakan, peningkatan layanan tersebut dilakukan untuk mengurangi antrean di bagian farmasi. Karena, dalam sehari jumlah pasien bisa melebihi mencapai 200 sampi 250 orang.
"Jasa pengantaran obat ini kita bekerjasama dengan kurir dari pihak ketiga," katanya kepada kabaemojokerto.id.
[irp posts="4623" ]
Untuk bisa mengakses layanan ini sangatalah mudah. Setelah pasien diperiksa dokter, pasien atau keluarga pasien tinggal membawa resep obat ke bagian farmasi. Disana, ketika mengambil nomor antrean, petugas farmasi akan secara otomatis menawarkan layanan tersebut.
Jasa kurir obat ini tidak gratis. Pembiayaan dibebankan kepada pasien. Tarifnya tergantung jarak pengiriman. "Jarak 5 kilometer sekitar Rp 4 ribu. kalau ada jarak tambahan tidak melebihi 10 kilometer itu Rp 10 ribu," ungkap Djoni.
[irp posts="3921" ]
Djoni menilai, penarapan layanan tersebut terbilang efektif untuk mengurangi kepadatan antrean. Sejauh ini, 30 sampai 40 persen pasien telah memanfaatkan jasa kurir obat. pasien
"Memang belum semua pasien yang memanfaatkan, tapi ini cukuo efektif untuk menekam kepadatan antrean," pungkasnya.