KABAR MOJOKERTO - Sebagian besar wilayah di Jawa Timur, termasuk Mojokerto telah memasuki musim kemarau. Di musim ini, biasanya suhu pada malam hari terasa lebih dingin di bulan-bulan akhir antara Mei sampai dengan Oktober. Fenomena seperti ini disebut bediding.
Bediding adalah suhu lebih dingin. Suhu ini akan dirasakan oleh masyarakat pada malam hingga menjelang pagi, terutama saat puncak musim kemarau. Biasanya, puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus sampai dengan September.
Menurut Dokter Umum RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto dr Wildan, udara malam memang kurang baik bagi kesehatan. Apalagi jika merasakan udara malam saat mengendarai motor ataupun hanya sekadar keluar rumah untuk ronda malam.
"Efek dari angin malam beragam, bisa menyebabkan perut begah/kembung, mual, muntah batuk pilek hingga bells palsy atau lemah pada separuh wajah yang diakibatkan paparan langsung dari angin malam," ungkap dia kepada kabarmojokerto.id, Rabu (16/8/2023).
[irp posts="6582" ]
Namun, apabila mengharuskan untuk menerjang kerasnya angin malam, berikut tips agar terhindar dari sakit yang diakibatkan oleh dinginya angin malam.
Pertama, gunakan pakaian yang tebal untuk melindungi badan paling depan. Seperti rompi dan jaket.
Kedua, gunakan helm jika bepergian dengan mengendari motor. Helm tersebut disarankan memiliki kaca untuk mencegah udara dingin menembus muka secara langsung.
"Bila perlu juga menggunakan masker wajah agar udara dingin tidak langsung menyerang saraf pada muka yang dapat menyebabkan bells palsy atau lemah separuh muka yang bisa menyerang usia muda hingga dewasa," terang dr Wildan.
Ketiga, makan sebelum berpergian walau sedikit. Ini supaya terhindar dari sakit maag yang semakin memburuk apabila ditambah dengan angin malam.
Keempat, makan dan minum yang hangat. Makanan atau minuman yang hangat membantu meningkatkan metabolisme, serta sebagai buffer sirkulasi dalam tubuh terhadap udara dingin yang akan masuk.
[irp posts="5138" ]
Kelima, hindarilah minuman bersoda atau berkarbonasi yang sifatnya asam. Karena, apabila dikonsumsi saat menerima angin malam dapat mengakibatkan perut kembung. Sehingga menambah situasi keasaman dari lambung dan mengandung karbondioksida.
Keenam, hindari merokok atau menghisap asap rokok terlalu sering. Dr Wildan menyampaikan, asap rokok dapat dengan mudah merusak silia atau rambut halus. Apabila silias rusak, dapat menyebabkan virus dan bakteri pada udara malam dengan mudah masuk ke saluran napas.
"Virus yang masuk menyebabkan infeksi saluran napas seperti flu like symptomp atau batuk pilek dan nyeri tengorokan," jelasnya.
[irp posts="6240" ]
Dan ketujuh, konsumi suplemen makanan atau vitamin untuk memperkuat imun. Selain itu, penuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari. Jika diperlukan, gunakan minyak esensial yang dapat menghangatkan tubuh Anda.
Demikian tips untuk mencegah sakit akibat udara dingin malam hari. Jika ada keluhan, terutama bagi sebagian orang yang kemudian merasakan iritasi bronkial dan batuk segera memeriksakan diri ke dokter.