Kabar Mojokerto- Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto mengusulkan penambahan alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini sekaligus untuk meningkatkan produktivitas jagung guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kadisperta Kabupaten Mojokerto Nuryadi menyatakan, penambahan alsintan ini untuk meningkatkan produktivitas jagung. Langkah tersebut juga sebagai komitmen pemerintah daerah (pemda) dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan.
“Kami sudah membuat surat kepada bapak bupati, terkait pengusulan penambahan alsintan. Itu sangat perlu untuk mendukung peningkatan produktivitas jagung di tahun ini,”katanya, Rabu (26/2/2025).
Ia menyebut, usulan itu di antaranya berupa mesin perontok jagung. Mesin tersebut dinilai dapat membantu petani mempercepat pekerjaan saat. Termasuk, blower untuk proses pengeringan jagung pipilan agar pengeringan pasca panen tidak lagi dilakukan secara konvensional dengan cara dijemur.
“Yang prioritas tetap mesin perontok jagung, karena itu lebih bermanfaat agar proses panen jagung lebih cepat. Untuk blower tetap kami usulkan. Yang penting bisa mendukung panen jagung di Kabupaten Mojokerto,” papar Nuryadi.
Meski begitu, Nuryadi belum menyebut nilai kebutuhan anggaran pengandaan alsintan tersebut.
Artikel Terkait
Dukung Program Asta Cita Presiden, Polres Mojokerto Siapkan 32 Hektare Lahan untuk Tanam Jagung
Panen Jagung, Polres Mojokerto Hasilkan 10 Ton Per Hektare
Bulog Janji Akan Serap Jagung Petani Mojokerto Sesuai HPP, Ini Syaratnya
Petani Jagung di Mojokero Sumringah Hasil Panennya Dibeli Bulog Rp 5.500 per Kg