Kabar Mojokerto - Dalam rangka perencanaan pembangunan yang lebih optimal, Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, mengungkapkan lima program prioritas yang akan menjadi fokus utama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
Program-program ini juga akan menjadi acuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Pengumuman ini disampaikan di Pendopo Graha Majatama, Pemkab Mojokerto, pada Kamis (27/3/2025).
Baca Juga: Polres Mojokerto Beri Santunan kepada Korban Penganiayaan Anak oleh Ayah Tiri di Kediaman Nenek
5 Program Prioritas untuk Masa Depan Mojokerto
Bupati Albarra memaparkan lima program yang akan menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Mojokerto. Program pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui akses pendidikan yang lebih baik dan merata. Menurutnya, hal ini akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Program kedua menitikberatkan pada peningkatan layanan kesehatan yang lebih merata. Hal ini termasuk penanganan serius terhadap masalah gizi buruk dan stunting yang masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat, terutama di kalangan balita.
Mengentaskan kemiskinan juga menjadi fokus ketiga. Bupati Albarra menekankan pentingnya penerapan sistem registrasi sosial ekonomi yang terintegrasi untuk meningkatkan perlindungan sosial. Pembangunan ekonomi dan infrastruktur di daerah-daerah tertentu akan difokuskan untuk menciptakan kelompok-kelompok ekonomi berbasis kewilayahan serta pengembangan industri lokal.
Baca Juga: Kebakaran Garasi Rumah di Trawas Mojokerto, Dipicu Korsleting Listrik Mesin Mobil
Program keempat berkaitan dengan peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan transparan. Digitalisasi layanan publik akan menjadi salah satu langkah utama, di samping peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Terakhir, Bupati Albarra juga menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan hidup. Penanganan dan pencegahan pencemaran serta kerusakan lingkungan, serta upaya untuk meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana alam dan cuaca ekstrem, menjadi hal yang sangat mendesak untuk diatasi.
Proses Konsultasi Publik dan Partisipasi Masyarakat
Sebelum Musrenbang ini digelar, Pemkab Mojokerto telah melaksanakan forum konsultasi publik untuk menghimpun berbagai masukan dari masyarakat. Proses ini melibatkan Musrenbang tingkat kecamatan, serta pokok pikiran yang disampaikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dalam kesempatan ini, Bupati Albarra mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses musyawarah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas segala masukan dan dukungan yang diberikan. Bersama-sama, kita akan mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,” kata Albarra dengan penuh semangat.
Artikel Terkait
Aksi Sigap Polisi di Mojokerto Tolong Korban Kecelakaan Kerja Dibonceng Tiga
Tabungan Lebaran Emak-Emak di Mojokerto Gagal Cair, Kerugian Capai Rp 108 Juta
Aksi Heroik Polisi Mojokerto Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Kerja Tuai Pujian Netizen
Link Pantau CCTV untuk Cek Kondisi Arus Mudik Lebaran di Mojokerto
Kapolres Mojokerto Kota Tinjau Kesiapsiagaan Pos Pengamanan dan Pelayanan Jelang Ops Ketupat Semeru 2025
Kebakaran Garasi Rumah di Trawas Mojokerto, Dipicu Korsleting Listrik Mesin Mobil
Polres Mojokerto Beri Santunan kepada Korban Penganiayaan Anak oleh Ayah Tiri di Kediaman Nenek