Saat itu, diputuskan ada penambahan dewan pembina. Karena jabatan ketua dan ketum dewan pembina selaras dengan jabatan di tingkat PBNU, yaitu rois am dan ketua tanfidziyah. “Jadi bu Khofifah sekarang Posisinya adalah ketua umum dewan Pembina kalau di PBNU itu setara dengan rois aam," terangnya.
Baca Juga: Wali Kota Mojokerto Bersama Muslimat NU Santuni Anak Yatim di Balongkrai
Ia menambahkan hasil kongres Muslimat NU ke-18 ke depan juga akan disosialisasikan secara berjenjang hingga anak ranting di masing-masing lingkungan dan bisa dipahami dan dijadikan pedoman dalam menjalankan organisasi.
Ning Ita juga berharap kesigapan anggota Muslimat NU untuk mengikuti semua kegiatan organisasi senantiasa diiringi oleh niatan yang baik, li'ila kalimatillah.
"Muslimat ini niatnya adalah li'ila kalimatillah. Supaya apa yang kita lakukan, setiap langkah yang kita upayakan, setiap gerak yang kita lakukan ini semuanya bernilai ibadah dan bisa menjadi salah satu pemberat amalan kita untuk dipertimbangkan di akhirat kelak," pungkasnya.
Artikel Terkait
Andil KH Nawawi bagi Kemerdekaan RI, Dirikan NU, PETA hingga Djawa Hokokai di Mojokerto
Dihadapan Muslimat NU, Ikfina-Gus Dulloh Komitmen Lanjutkan Kesejahteraan Guru TPQ
5 Panca Cita Wali Kota Mojokerto Ning Ita
Kanal Curhat Ning Ita Hadir Kembali, Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Aktif Mengawasi Program Pemerintah
Pemkab Mojokerto Perkuat Kerja Sama dengan Muslimat NU untuk Pembangunan Sosial dan Ekonomi