Pemkab Mojokerto Genjot Kapasitas Koperasi dan UMK Lewat Pelatihan Akuntansi

Photo Author
Deni Lukmantara, Kabar Mojokerto
- Rabu, 23 April 2025 | 00:28 WIB
Pelatihan akuntansi keuangan khusus bagi koperasi, sebagai bagian dari Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UMK (PK2UMK). (Deni Lukmantara)
Pelatihan akuntansi keuangan khusus bagi koperasi, sebagai bagian dari Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UMK (PK2UMK). (Deni Lukmantara)

Kabar Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto makin serius dalam mendorong kemajuan koperasi dan pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di daerah. Lewat Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Pemkab menggelar pelatihan akuntansi keuangan khusus bagi koperasi, sebagai bagian dari Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UMK (PK2UMK).

Digelar di Aula Gedung Dekopinda Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/4), pelatihan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari ketua, pengurus, hingga pengawas koperasi dari seluruh penjuru Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat penting, seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Mojokerto, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta Ketua Dekopinda Kabupaten Mojokerto. Hadir pula narasumber dari UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Ratna Saktijaningdijah, serta Yusuf Sofian dari LSP PT. Naynau Jasa Utama Jawa Timur.

- Gus Barra: Akuntabilitas Keuangan Kunci Koperasi Kuat

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, atau yang akrab disapa Gus Barra, menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan koperasi yang akuntabel dan profesional. Menurutnya, koperasi dan UMK adalah tulang punggung perekonomian daerah yang harus diperkuat dari sisi kelembagaan.

“Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam pencatatan keuangan. Transparansi akan menumbuhkan kepercayaan anggota dan mitra, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat,” ujarnya.

- Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih

Lebih lanjut, Gus Barra menyampaikan bahwa pelatihan ini sejalan dengan visi misi lima tahun kepemimpinannya dalam program Catur Abhipraya Mubarok, khususnya pilar ketiga: membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Salah satu wujud nyatanya adalah pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Pemerintah Kabupaten Mojokerto bahkan sudah mengalokasikan anggaran untuk membantu proses pendirian koperasi tersebut, mulai dari biaya pengesahan notaris hingga operasional awal.

“Ini bukan sekadar wacana. Kami sudah siapkan anggaran melalui pergeseran APBD agar bisa langsung diserap dan dijalankan,” tegasnya.

- 60 Desa Sudah Bergerak

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto, Abdulloh Muhtar, menambahkan bahwa hingga kini sudah ada sekitar 60 desa yang mengadakan musyawarah khusus untuk membentuk Kopdes Merah Putih. Pengembangan ini berbasis tiga pendekatan: revitalisasi koperasi lama, pengembangan koperasi eksisting, dan pembentukan koperasi baru.

“Sekitar 70 persen Koperasi Wanita (Kopwan) bentukan tahun 2009–2010 masih aktif. Mereka ini yang akan kita dorong untuk berkembang menjadi Kopdes Merah Putih,” tutup Abdulloh.

Dengan langkah konkret ini, Pemkab Mojokerto menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Bukan sekadar pelatihan, tapi sebuah gerakan nyata menuju ekonomi desa yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.

Editor: Deni Lukmantara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X