Pemkab Mojokerto Percepat Normalisasi Sungai di 10 Desa, Antisipasi Banjir dan Dukung Musim Tanam

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Selasa, 3 Juni 2025 | 14:12 WIB
Kondisi salah satu sungai yang dinormalisasi di wilayah Kabupaten Mojokerto, sebagai upaya antisipasi banjir dan persiapan musim tanam. (M Lutfi Hermansyah)
Kondisi salah satu sungai yang dinormalisasi di wilayah Kabupaten Mojokerto, sebagai upaya antisipasi banjir dan persiapan musim tanam. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto Pemerintah Kabupaten Mojokerto mempercepat pengerjaan proyek normalisasi sungai di sejumlah wilayah yang rawan banjir. Langkah ini dilakukan guna meminimalisir risiko banjir akibat kemarau basah, sekaligus memberikan rasa aman bagi para petani yang bersiap menghadapi musim tanam serentak pada Juni 2025.

Proyek tersebut mencakup aliran sungai yang membentang di 10 desa yang tersebar di enam kecamatan, dengan total panjang pengerjaan mencapai sekitar 6,7 kilometer.

“Dari target sepanjang 6.785 meter, hingga awal Juni ini sudah terealisasi sekitar 5.113 meter,” ungkap Rois Arif Budiman, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Selasa (2/6/2025).

Baca Juga: Dua Anggota Polres Mojokerto Kota Naik Pangkat Usai 37 Tahun Mengabdi

Rois menjelaskan bahwa normalisasi difokuskan pada daerah-daerah yang kerap mengalami luapan air saat hujan deras atau musim kemarau dengan intensitas hujan tinggi. Tujuh dari sepuluh titik telah selesai dikerjakan, termasuk dua lokasi di Desa Balongmojo (Kecamatan Puri), serta dua lainnya di Desa Simbaringin dan Desa Karangasem (Kecamatan Kutorejo).

Pekerjaan juga telah rampung di Desa Peterongan dan Desa Pekuwon (Kecamatan Bangsal), Desa Mojorejo (Kecamatan Pungging), serta Desa Watesnogoro (Kecamatan Ngoro).

Sementara itu, tiga titik lainnya masih dalam proses pengerjaan. Di antaranya adalah normalisasi Sungai Tempuran di Kecamatan Sooko, serta dua lokasi di Desa Salen dan Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal. Untuk Desa Tempuran, dari target sepanjang 1.500 meter, pengerjaan sudah mencapai 1.400 meter.

Kondisi berbeda terjadi di Desa Salen, yang terdampak kerusakan tanggul akibat luapan Sungai Sumber Ngrayung. Di wilayah ini, proyek difokuskan pada rehabilitasi tanggul terlebih dahulu, sebelum pengerjaan normalisasi sungai dilanjutkan. Total pengerjaan di Desa Salen mencapai 1 kilometer, sedangkan di Desa Pekuwon mencapai 1.685 meter.

"Di Salen, alat berat sementara kami gunakan untuk perbaikan tanggul dulu. Setelah itu baru dilanjutkan normalisasi secara bertahap," jelas Rois.

Baca Juga: RDP Bersama DPRD, BPR Majatama Mojokerto Pastikan Kondisi Keuangan Sehat

Pemerintah daerah menargetkan penambahan titik-titik normalisasi hingga akhir 2025, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan skala prioritas di lapangan.

“Saat ini baru 10 titik yang ditangani, tapi ke depan akan bertambah mengikuti evaluasi dan kemampuan anggaran tahun ini,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2024 lalu, Pemkab Mojokerto telah berhasil melakukan normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 20 kilometer. Proyek serupa akan terus dilanjutkan tahun ini guna mendukung infrastruktur pengairan dan ketahanan wilayah dari risiko bencana hidrometeorologi.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X