Satlantas Polres Mojokerto Kota Tandai Jalan Berlubang untuk Kurangi Risiko Kecelakaan

Photo Author
Muhammad Gusta, Kabar Mojokerto
- Selasa, 11 Februari 2025 | 16:23 WIB
Petugas Satlantas Polres Mojokerto Kota menandai jalan berlubang dengan cat putih untuk mengurangi risiko kecelakaan, bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2025. (Muhammad Gusta)
Petugas Satlantas Polres Mojokerto Kota menandai jalan berlubang dengan cat putih untuk mengurangi risiko kecelakaan, bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2025. (Muhammad Gusta)

Kabar MojokertoSatlantas Polres Mojokerto Kota tidak hanya fokus pada edukasi masyarakat terkait kepatuhan berlalu lintas, tetapi juga aktif di lapangan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Petugas polisi tandai jalan berlubang di jalan nasional menggunakan cat putih.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penandaan adalah Jalan Bypass Mojokerto, khususnya di dekat perlintasan kereta api Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Polisi bekerja sama dengan petugas Dinas Perhubungan setempat dan melaksanakan penandaan saat kereta api melintas agar tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Lubang-lubang di jalan yang cukup besar dan dalam tersebut kemudian diberi tanda menggunakan cat semprot berwarna putih. Dengan cara ini, pengendara dapat lebih mudah melihat keberadaan lubang dan menghindarinya agar tidak terjadi kecelakaan.

Baca Juga: Kapolres Mojokerto Pimpin Operasi Keselamatan Semeru 2025, Fokus Edukasi dan Tindakan Humanis

Aksi ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Mulyani. Menurutnya, penandaan jalan berlubang merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru yang berlangsung antara 10 hingga 23 Februari 2025. Tujuan dari aksi ini adalah untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kerusakan pada jalan.

"Sesuai dengan instruksi Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S Marunduri, kami menandai lubang-lubang jalan agar masyarakat, terutama pengendara sepeda motor, lebih berhati-hati dan mengetahui adanya bahaya di jalan," ungkap Mulyani saat ditemui di lokasi pada Selasa (11/2/2025).

Penandaan juga dilakukan di Jalan Raya Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto. Mulyani menambahkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera menutup lubang-lubang tersebut.

"Kami bekerja sama dengan instansi terkait untuk mempercepat penutupan jalan berlubang. Selama Operasi Keselamatan Semeru ini, kami berharap tidak terjadi kecelakaan lalu lintas," tambahnya.

Baca Juga: Polres Mojokerto Kota Gelar Operasi Keselamatan 2025, Fokus Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas

Selain itu, Mulyani dan tim juga memberikan imbauan tentang pentingnya tertib berlalu lintas di Jalan Bypass Mojokerto melalui pengeras suara. Mereka juga membagikan brosur yang berisi daftar 12 pelanggaran yang menjadi fokus dalam Operasi Keselamatan Semeru 2025, seperti berboncengan lebih dari satu orang, pengendara di bawah umur, melanggar batas kecepatan, menerobos lampu merah, tidak menggunakan sabuk pengaman, knalpot brong, tidak mengenakan helm, mengoperasikan ponsel saat berkendara, melawan arus, berkendara dalam keadaan mabuk, dan penggunaan klakson telolet oleh bus.

"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mencegah kecelakaan. Alhamdulillah, kecelakaan yang terjadi selama ini cenderung minim. Rata-rata ada 12 kecelakaan setiap bulan dengan korban jiwa nihil, sebagian besar luka ringan," tutupnya.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X