Artinya: "Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan." (HR Bukhari)
Selain itu, ada juga doa yang diriwayatkan dari hadits Abu Daud dari Utsman bin Affan RA. Berikut lafaznya:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami'ul 'alim.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR Abu Daud)
Doa di atas menunjukkan betapa manusia hanya bisa berdoa mengharap belas kasihannya ketika berhadapan dengan kekuatan alam yang merupakan Tajjaliy dari-Nya.
Bahkan hanya sekedar mengatur airpun manusia tidak mampu. Oleh karena itu semoga Allah menghindarkan air hujan yang menyebabkan kerusaka, banjir, wabah dan sebagainya.
Artikel Terkait
Prediksi BMKG: Mojokerto Dilanda Hujan Petir Hingga 5 Hari Mendatang
Perhatikan! ini Batas Aman Motor Matic Trabas Banjir
Nakes di Mojokerto Keliling Terobos Banjir Pakai Perahu Buatan Kartar demi Bantu Warga
Dinkes Pastikan Ketersediaan Obat untuk Korban Banjir di Mojokerto Memadai
Tinjau Lokasi Banjir di Mojokerto, Cak Agus Fauzan Terharu Dengar Keluhan Warga