Lawan Stunting Lewat Budidaya Lele Galon, Emak-Emak di Mojokerto Dapat Pelatihan dan Bibit Gratis

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Kamis, 29 Mei 2025 | 07:00 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama emak-emak dan anak-anak dalam acara Gerakan Cegah Stunting dan Posyandu Aktif di Sabha Krida Tama, Rabu, (28/5/2025). (M Lutfi Hermansyah)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama emak-emak dan anak-anak dalam acara Gerakan Cegah Stunting dan Posyandu Aktif di Sabha Krida Tama, Rabu, (28/5/2025). (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari punya cara unik untuk melawan stunting, yakni dengan ternak lele dari rumah. Melalui program pelatihan budidaya ikan lele menggunakan galon bekas, warga khususnya para emak-emak didorong untuk ikut serta menjaga gizi keluarga secara mandiri.

Program ini diluncurkan dalam kegiatan Gerakan Cegah Stunting dan Posyandu Aktif yang digelar di Sabha Krida Tama, Rabu (28/5/2025). Bukan hanya sekadar edukasi, para peserta juga langsung diberi modal awal berupa satu galon bekas, 25 bibit lele, dan satu kilogram pakan.

"Jangan dijadikan mainan anak, jangan diobok-obok," pesan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota sambil menekankan jika lele bisa dipanen hanya dalam waktu tiga bulan jika dirawat dengan benar.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Fasilitasi Usaha Mikro Ibu Rumah Tangga, Dukung Kemandirian Ekonomi Warga

Menurutnya, budidaya ikan lele tidak hanya mudah dan murah, tapi juga menjadi solusi cerdas bagi keluarga untuk menyuplai protein hewani secara mandiri. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh Pemerintah Kota Mojokerto dalam memutus mata rantai stunting dari lingkungan terkecil rumah tangga.

“Saat kita bicara Indonesia Emas 2045, kita harus mulai dari sekarang. Kita siapkan generasi yang sehat, cerdas, dan bergizi seimbang. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya dinas kesehatan atau posyandu, tapi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat,” ujar Ning Ita.

Program ini juga menggandeng ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Jawa Timur untuk memberikan edukasi tentang cara menyusun menu makanan bergizi bagi balita.

Langkah inovatif ini menjadi penting di tengah upaya penurunan angka stunting yang saat ini tercatat 1,49% di Kota Mojokerto, atau sekitar 86 balita. Dengan angka yang relatif rendah dibanding daerah lain, pemerintah setempat berambisi untuk menekan angka ini hingga titik nol melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Dorong Perluasan Layanan Trans Jatim di Jalur Wisata

Selain menyasar keluarga dengan balita stunting, program ini juga memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak di lingkungan masyarakat.

Dengan pelatihan dan dukungan langsung dari pemerintah, warga diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga pelaku perubahan dalam membangun generasi Mojokerto yang sehat dan bebas stunting.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB
X