Kabar Mojokerto - Ahmad Fauzan (27), salah satu perajin replika kepala banteng di Mojokerto. Meski berawal dari otodidak, ia mampu meraup omzet hingga puluhan juta perbulan.
Bapak anak satu ini menggarap pesanan di rumahnya di Desa Gemekan, Sooko, Mojokerto. Ia dibantu dengan kakaknya dan beberapa temannya
Disambangi Kabar Mojokerto, terlihat tumpukan kayu bahan untuk membuat karya pahat itu di teras rumahnya. Nampak, beberapa alat seperti pendel banci, palu, gergaji tangan, dan tatah.
Selain itu, juga terlihat alat ukir seperti penguku, sisir, kluwung dan penyilat.
Fauzan menuturkan, kelihaiannya mengukir kayu menjadi karya seni mahal itu diawali dari belajar otodidak sejak tahun 2015.
"Ingin beli barong tapi nggak bisa karena mahal. Akhirnya belajar bikin sendiri karena saya biss menggambar dan melukis,” katanya saat berbincang dengan Kabar Mojokerto, Jumat (4/10/2024).
Baca Juga: Perajin di Kota Mojokerto Bikin Puluhan Motif Batik
Artikel Terkait
Mengenal Batik Ulur Wiji Khas Kabupaten Mojokerto yang Tembus Pasar Mancanegara
Tingkat Konsumsi Ikan Kabupaten Mojokerto 48,17 Kg per Kapita Tahun 2024
Tukang Jahit Mojokerto Panen Besar di Momen Tahun Ajaran Baru
Penjahit Bendera di Mojokerto Banjir Pesan Jelang HUT RI, Omzetnya Tembus Rp 200 juta
Produsen Bumbu Dapur dari Desa Mojokerto Sukses Tembus 4 Negara Asia