Kabar Mojokerto- Pemkab Mojokerto memberikan subsidi sebesar Rp 20 ribu per kilogram (Kg) cabai yang disalurkan melalui Warung Pengendalian Inflasi dan Penggunaan Produk Dalam Negeri (Wulandari).
Subsidi ini sebagai upaya menstabilkan harga cabai dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto Iwan Abdillah mengatakan, pihaknya memberikan subsidi tersebut untuk mengintervensi tingginya harga cabai.
“Subsidi sampai Rp 20 ribu. Yang semula harganya Rp 70-90 ribu, dijual menjadi Rp 50-65 ribu. Sedikit rugi memang, tapi tidak apa-apa untuk menstabilkan harga,” katanya kepada Kabar Mojokerto, Selasa (7/1/2025).
Wulandari berada di Pasar Raya Mojosari dan Kedungmaling. Masyarakat bisa membeli cabai dengan harga lebih terjangkau.
Berdasarkan aplikasi Sinergi Smart milik Disperindag Kabupaten Mojokerto, rata-rata harga cabai rawit mencapai Rp 85.350 per kg pada 8 Januari 2025. Sedangkan cabai biasa Rp 46.865 per kg.
Artikel Terkait
Truk Tangki Terguling di Mojokerto, Warga Jarah Tumpahan Minyak Goreng
Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Mojoerto Tembus Rp 45 Ribu/Kg Jelang Nataru
Harga Cabai Rawit di Mojokerto Tembus Rp 90 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Daya Beli Berkurang
Harga Cabai Melonjak, Petani di Mojokerto Terpaksa Panen Dini