Harga Cabai Rawit Picu Inflasi di Kabupaten Mojokerto pada Awal Tahun 2025

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Rabu, 12 Februari 2025 | 15:26 WIB
Cabe Rawit. (Ilustrasi/Pixabay)
Cabe Rawit. (Ilustrasi/Pixabay)

Kabar Mojokerto - Harga cabai rawit menjadi faktor utama penyebab inflasi di Kabupaten Mojokerto pada awal tahun 2025. 

Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dari 11 kota/kabupaten yang ada di Jawa Timur, mayoritas mengalami deflasi. Namun, Kabupaten Mojokerto justru menjadi satu-satunya wilayah yang mencatatkan inflasi. 

Baca Juga: Warga Mojokerto Wajib Cek! Tabel Angsuran KUR BRI 2025 dan Syarat Pengajuan untuk Usaha Anda

Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, menjelaskan bahwa meskipun daerah lain di Jawa Timur, provinsi, hingga tingkat nasional mencatatkan deflasi, Kabupaten Mojokerto justru mengalami inflasi. 

"Pada Januari 2025, Kabupaten Mojokerto menjadi satu-satunya daerah yang mencatat inflasi sebesar 0,27 persen, sementara wilayah lain di Jawa Timur dan secara nasional mengalami deflasi," kata Bambang Eko Wahyudi pada Rabu (12/2/2024). 

Menurut Bambang, berdasarkan hasil kajian dan data lapangan, lonjakan inflasi di Kabupaten Mojokerto pada Januari 2025 dipicu oleh kenaikan harga cabai rawit

Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh cuaca ekstrem, seperti curah hujan yang tinggi, banjir yang merendam sebagian lahan pertanian, angin kencang, dan serangan hama. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 12 Ribu per Gram Jelang Imlek 2025

"Faktor-faktor tersebut menyebabkan produksi cabai rawit menurun, sehingga pasokan berkurang dan harga melonjak, yang menyebabkan inflasi di Kabupaten Mojokerto," jelasnya. 

Meskipun demikian, laju inflasi ini seimbang dengan deflasi pada beberapa komoditas lainnya. 

Salah satu penyumbang deflasi terbesar di Kabupaten Mojokerto pada Januari 2025 adalah penurunan harga daging ayam ras. 

Penurunan harga tersebut diduga disebabkan oleh produksi ayam yang melimpah, sementara permintaan pasar tidak cukup besar untuk menyerap pasokan, sehingga terjadi surplus yang menekan harga turun. 

Baca Juga: Polisi Jaga Gerakan Pangan Murah di Pacet Mojokerto

"Akibatnya, harga daging ayam ras mengalami penurunan," tambah Bambang. 

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB
X