ekonomi-bisnis

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin di Mojokerto Terpaksa Kurangi Ukuran Tempe

Sabtu, 26 April 2025 | 07:00 WIB
Mohammad Tohan, perajin tempe di Dusun Sroyo, Desa/Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, sedang mengolah kedelai. Ia mengelukan kenaikan harga kedelai impor. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

 

 

Kabar Mojokerto- Perajin tempe di Mojokerto terpaksa mengurangi ukuran tempe untuk dijual lantaran harga kedelai impor naik. Sebab, bila tetap menggunakan ukuran yang sama, perajin akan merugi.

 

Kenaikan harga kedelai impor ini diduga imbas dari kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

 

Perajin tempe di Dusun Sroyo, Desa/Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, Mohammad Toha mengatakan,  harga kedelai saat ini menyentuh Rp 9.000 per kilogram. Menurut dia, sejak empat bulan lalu harga kedelai mengalami kenaikan secara bertahap.

 

"Turun lagi Rp 9 ribu hampir 2 bulan ini," kata Toha saat ditemui di tempat produk tempe miliknya, Jumat (25/4/2025).

 

Baca Juga: Ning Ita Optimis Pelaku Usaha di Kota Mojokerto Mampu Hadapi Dampak Tarif Impor AS

Toha tidak punya pilihan lain selain bergantung pada kedelai impor. Karena kualitas produknya berbeda jika memakai kedelai lokal.

Mohammmad Toha, Perajin tempe di Dusun Sroyo, Desa/Kecamatan Dlanggu, Mojokerto melihat hasil produksinya. (Muhammad Lutfi Hermansyah )

Halaman:

Tags

Terkini

IHSG Kembali Merosot, Istina Bilang Begini

Senin, 2 Februari 2026 | 11:13 WIB

Janda di Mojokerto Rela Jadi Badut Demi 3 Buah Hati

Kamis, 1 Januari 2026 | 17:18 WIB