Kabar Mojokerto- Perajin tempe di Mojokerto terpaksa mengurangi ukuran tempe untuk dijual lantaran harga kedelai impor naik. Sebab, bila tetap menggunakan ukuran yang sama, perajin akan merugi.
Kenaikan harga kedelai impor ini diduga imbas dari kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Perajin tempe di Dusun Sroyo, Desa/Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, Mohammad Toha mengatakan, harga kedelai saat ini menyentuh Rp 9.000 per kilogram. Menurut dia, sejak empat bulan lalu harga kedelai mengalami kenaikan secara bertahap.
"Turun lagi Rp 9 ribu hampir 2 bulan ini," kata Toha saat ditemui di tempat produk tempe miliknya, Jumat (25/4/2025).
Baca Juga: Ning Ita Optimis Pelaku Usaha di Kota Mojokerto Mampu Hadapi Dampak Tarif Impor AS
Toha tidak punya pilihan lain selain bergantung pada kedelai impor. Karena kualitas produknya berbeda jika memakai kedelai lokal.
Artikel Terkait
Diekspor ke Amerika-Eropa, Begini Proses Produksi Arang Briket Kelapa di Mojokerto
Simpan Pinjam BUMDes Kwatu di Mojokerto: Solusi Cerdas untuk Modal Usaha Warga
Wow! Produksi 300 Kg - 1 Ton Pentol Sehari di Mojokerto Raup Omzet Puluhan Juta
Cerita Sukses Pengusaha Krupuk Singkong di Mojokerto, Raup Omzet Puluhan Juta
Polisi Gerebek Rumah Produksi Miras Palsu di Mojokerto