Kabar Mojokerto- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menabuh genderang perang dagang, dengan menaikan sejumlah tarif dasar impor, termasuk Indonesia.
Indonesia dikenakan tarif impor bea masuk sebesar 32 persen. Hal ini turut memantik kekhawatiran banyak kalangan, mulai dari pengusaha hingga perusahaan di Indonesia, tak terkecuali Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Mojokerto.
Sebab, berpotensi memicu serbuan barang-barang impor ke dalam negeri, terutama dari negara-negara seperti Cina dan Vietnam. Sehingga menjadi ancaman serius pelaku usaha domestik.
Baca Juga: Ning Ita Tekankan Pentingnya Tata Kelola Organisasi ke Muslimat NU Kota Mojokerto
Ditengah kondisi itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita) mengaku optimis IKM di Kota Mojokerto mampu menghadapi dampak isu global terkait kenaikan tarif impor AS.
Hal ini disampaikan Ning Ita dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di sentra IKM Batik Maja Barama Wastra Kota Mojokerto pada Sabtu (5/4) malam.
Ning Ita mengajak seluruh peserta untuk berkaca pada sejarah, terutama saat Indonesia melalui masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada 2020 hingga 2022.
"Tiga tahun penuh kita dalam kondisi bencana pandemi COVID-19, yang tidak hanya mematikan dari sisi kesehatan, tetapi juga merembet ke sektor ekonomi. Namun, fakta menunjukkan bahwa Indonesia mampu melewati bencana tersebut. Hari ini, kita bisa tersenyum karena kondisi kita semakin membaik," katanya dengan penuh semangat.
Artikel Terkait
Kanal Curhat Ning Ita Hadir Kembali, Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Aktif Mengawasi Program Pemerintah
Pemkot Mojokerto Salurkan Bansos untuk Disabilitas dan Eks Trauma Menjelang Idul Fitri
Mojokerto Terima 20 Becak Listrik, Ning Ita Dorong Usia Penerima Diturunkan untuk Perluas Manfaat
Tertinggi di Jatim, Pemkot Mojokerto Raih Nilai MCP 98,41 dari KPK
Antisipasi Kelangkaan, Pertamina Tambah Pasokan Elpji di Mojokerto-Jombang 50% pada Periode Arus Balik