hukum-kriminal

Uang Pedagang Es Puter yang Ditipu Pria Ngaku Polisi untuk Bayar Kuliah Anak

Rabu, 16 April 2025 | 19:58 WIB
Seorang pedagang es puter di Mojokerto bernama Slamet Widodo (49) menjadi korban penipuan pria mengaku anggota polisi. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Slamet Widodo (49), seorang pedagang es puter keliling di Mojokerto harus merelakan uang Rp 9 juta usai ditipu pria mengaku polisi. Rupanya, uang tersebut hendak digunakan untuk membayar kuliah anaknya. 

 

“Saya nabung sedikit-sedikit, sengaja nggak dipakai buat yang lain. Buat kuliah anak. Ternyata malah dibawa kabur orang,” kata Slamet saat ditemui Kabar Mojokerto di depan SMPN 4 Kota Mojokerto, Rabu (16/4/2025).

 

Nasib apes menimpa pria asal Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini terjadi pada Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Slamet menceritakan,mulanya ia tengah berhenti untuk istirahat sembari makan mie ayam setelah jualan keliling simpang empat Jalan Pranpanca.

Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal menghampiri dengan motor Honda Beat berpelat L (lupa satu digit pertama pada nomor pelat) 744 QS, lalu mengaku sebagai polisi dari Polres Mojokerto Kota. Pria tersebut berpura-pura ingin memborong dagangnya. 

Baca Juga: Pedagang Es Puter di Mojokerto Tertipu Pria Ngaku Polisi, Uang Rp 9 Juta Raib Dibawa Kabur

“Waktu itu saya senang, pikir saya dagangan bakal diborong. Tapi ternyata malah musibah,” tuturnys.

Namun niat baik Slamet berujung petaka. Baru berjalan sekitar 20 meter, pria tersebut meminta KTP, SIM, dan dompet Slamet. Lantaran akan diancaman akan ditembak, Slamet yang ketakutan hanya bisa menuruti.

Uang Rp 9 juta lebih yang ada di dalam dompet diminta pelaku. Uang tersebut hasil penjualan sejak bulan Ramadan lalu. 

Slamet bilang, jika uang tersebut bukan sekadar tabungan biasa. Itu adalah harapan besar biaya kuliah anaknya selama tiga semester sebesar Rp 7,5 juta.

“Saya nabung sedikit-sedikit, sengaja nggak dipakai buat yang lain. Buat kuliah anak. Ternyata malah dibawa kabur orang,” ucap Slamet sedih.

Pelaku sempat menyuruh Slamet menunggu di warung bakso dekat Pasar Tanjung Anyar. Tapi ketika Slamet menyadari pria itu tak kunjung kembali, ia baru sadar telah ditipu. Meski mencoba mengejar ke arah pasar, upayanya tak membuahkan hasil.

Halaman:

Tags

Terkini