hukum-kriminal

Aksi Maling Motor di PMI Mojokerto Terekam CCTV, Pegawai Sempat Kejar Pelaku

Jumat, 28 Juni 2024 | 15:59 WIB
Tangkapan layar video rekaman kamera CCTV aksi pencurian motor di Kantor PMI Kabupaten Mojokerto.

Kabar Mojokerto - Sepeda motor antar - jemput darah milik PMI Kabupaten Mojokerto digasak kawanan maling. Aksi pelaku yang diduga  berjumlah 3 orang itu terekam kamera CCTV.


Peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/6/2024) sekitar pukul 04.45 WIB. Dari rekaman kamera CCTV yang diterima, terlihat 2 orang pelaku masuk ke halaman PMI Kabupaten Mojokerto berbonceng dengan mengendarai motor.


Mereka sempat berputar sekali di halaman kantor untuk memantau situasi. Kemudian, salah satunya turun untuk mengambil motor dinas berjenis Honda Vario bernopol S 2837NAA.


Saat beraksi, pelaku memakai helm, jaket, dan penutup mulut. Ia mendekati motor dengan mengendap-ngendap yang terpakir di depan pintu masuk Kantor PMI Kabupaten Mojokerto.


Tak sampai 1 menit, pelaku berhasil merusak kunci setang motor. Lalu, ia membawa kabur Honda Vario warna putih itu.


Kepala bidang Administrasi Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Mojokerto Slamet Supriyanto, aksi pencurian ini diduga ada 3 pelaku. 2 orang berboncengan motor masuk ke dalam halaman PMI Kota Mojokerro. Sedangkan 1 lainnya, mengawasi situasi.


“Aksi itu ada 2 orang naik sepeda motor. Yang 1 mengamati situasi dan kondisi yang ada di lokasi,” katanya kepada wartawan di Kantor PMI Kabupaten Mojokerto, Jalan Raya Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, Jumat, (28/6/2024). 


Menurutnya, saat kejadian ada 3 orang pegawai yang ada di dalam kantor PMI Kabupaten Mojokerto. Terdiri dari 2 pegawai piket UDD Salza Bella dan Meiryna Dwi Firdayanti serta petugas pengirim darah Erwin Priyanto.


Ketika itu Erwin berada di ruang Blood Jek. Ia sempat mengetahui saat pelaku datang. Namun tak menaruh curiga lantaran dianggap seperti keluarga pasien yang datang untuk meminta darah. Ia baru menyadari saat motor sudah ditumpangi pelaku.


Sejurus kemudian, Erwin berusaha mengejar pelaku yang sudah berada di jalan raya. Namun sayang, pelaku berhasil kabur menuju ke arah terminal Kota Mojokerto dengan mengendarai motor Blood Jek lengkap dengan boks penyimpanan darah untuk transfusi.


“Yang ngejar Pak Erwin. Ngejarnya sampai pembatas saja,” tandas Slamet.


Slamet menjelaskan, motor tersebut merupakan motor yang biasa dipakai untuk pelayananan antar jemput darah dari pendonor atau menuju rumah sakit.


Fungsinya untuk mempercepat proses pengiriman darah, khususnya dalam situasi darurat. Motor berwarna putih dengan identitas logo dan nama PMI ini juga dilengkapi dengan boks penyimpanan darah di sisi belakang.


“Kerugian kita yang jelas mengalami penurunan aktivitas melayani pengiriman darah. Kalau belinya kurang lebih Rp 23 juta lebih pengadaan tahun 2018. Belum perawatan-perawatan dan barusan kita ganti boks sekitar 1 mingguan. (Boks) Kurang lebih Rp 2 jutaan,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini