“Kalau masih bisa, maka akan disalurkan sesuai dengan tujuannya. Tidak ada fungsinya disita, mending disalurkan ya,” ujar Nova.
Sebelumya diberitakan, warga Desa Baureno, Jatirejo, Mojokerto digegerkan dugaan penyelewengan puluhan karung beras bantuan pemerintah. Mirisnya, aksi yang diduga dilakukan oleh tiga oknum perangkat desa setempat itu dipergoki warga.
Beras kemasan 10 kilogram (kg) tersebut merupakan bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) tahap III besutan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang didistribusikan melalui PT Pos Indonesia.
Kecurigaan warga berawal ketika bantuan disalurkan ke balai desa setempat, Selasa (8/10) pagi. Menginjak sekitar 11.30 WUB, penyaluran bagi sekitar 547 warga penerima bantuan mendadak dihentikan. Karena petugas Pos harus melanjutkan pembagian di Desa Sumberjati.
Petugas Pos pun menitipkan 3 perangkat Desa Desa Baureno lantaran masih tersisa sekitar 80 sak beras. Tiga perangkat Desa Baureno tersebut adalah Kaur Keuangan, Kaur Pelayanan dan Kaur Pemerintahan.
Mereka sepakat akan menyalurkan ke rumah masing-masing KPM dengan menggunakan pikap milik salah satu perangkat desa. Namun, ditengah perjalanan pemilik mobil pikap ditelepon istrinya diminta untuk mengantarkan kunci ke rumah di Desa Sentonorejo, Trowulan, Mojokerto.
Hal tersebut membuat warga curiga. Secara diam-diam sejumlaj warga membuntuti mobil. Pikap tersebut mengarah dan diparkir di garasi rumah mertua salah satu perangkat pemilik mobil.