Kabar Mojokerto- Tak banyak yang tahu, Kampung/Lingkungan Kedung Mulang di Kota Mojokerto dulu bernama Kedung Kopek. Nama Kedung Kopek kemudian diubah karena dianggap ngeres atau berkonotasi negatif/jorok.
Menurut Pemerhati sejarah Mojokerto Ayuhanafiq, pergantian nama daerah di Mojokerto beberapa kali terjadi. Penyebabnya tak lain karena dirasa kurang baik.
“Pergantian nama itu ada yang berhasil dan ada pula yang gagal,” kata Yuhan dalam sebuah artikel berjudul Demi Makna, Desa Berubah Nama.
Salah satu daerah yang berasil berubah nama yaitu Dusun Kedung Kopek yang ada di Desa Surodinawan.
Kopek dalam bahasa Jawa, khususnya di beberapa daerah, bisa berarti payudara atau lebih spesifik, tetek atau buah dada. Sehingga, menyebut atau mendengar nama kampung tersebut bisa membuat orang risih, kalau perempuan langsung tersipu.
Artikel Terkait
Penasaran dari Mana Nama Gedeg Mojokerto Berasal? Begini Ceritanya
Kisah Hantu Cina yang Merasuki Juru Kunci Makam di Mojokerto, Mengancam Anak-Anak
Asal Usul Desa Gombongan di Mojokerto: Dulu Hutan Belantara dan Terkenal Angker
Cerita Warga Melihat Sosok Wanita Berparas Cantik di Gang Sundel Bolong Mojokerto
Asal Usul Kampung Gajah Mada di Mojokerto, Bukan Penamaan Tanpa Arti
Kisah Pohon Jati Dibalik Nama Dusun Jatisumber di Mojokerto