“Saya lihat sebagian besar yang korban terdampak, memang diduga dari makanan spageti-nya. Diduga ya, tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium atau pihak yang bertanggung jawab yang akan menyampaikan secara terbuka,” imbunya.
Menurutnya, penyebab pastinya masih harus menunggu hasil resmi dari laboratorium.
Sementara itu, pada hari Kamis, menu MBG yang dibagikan adalah mix vegetables, scramble egg tofu, stroberi, bolognese sauce, bakso 3 butir, dan spageti.
Adapun mengenai beban biaya perawatan korban keracunan MBG ini akan ditanggung oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” ungkap Pramono.
“Re-covery mudah-mudahan satu sampai dua hari semuanya sudah selesai,” tambahnya.
Atas kejadian keracunan ini, operasional SPPG Pondok Kelapa 2 dihentikan untuk sementara dan akan dilakukan evaluasi.
Meski SPPG terkait sedang berhenti, BGN tetap memberikan alternatif SPPG lainnya agar pembagian MBG di sekolah penerima manfaat tetap berjalan seperti biasa.
Artikel Terkait
152 Santri dan Siswa di Mojokerto Diduga Keracunan Usai Santap MBG
66 Dapur SPPG di Mojokerto Belum Kantongi Sertifikat Higienis
Ini Dugaan Penyebab Ratusan Orang Keracunan MBG di Mojokerto
Wali Kota Mojokerto Sidak SPPG, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berkualitas