Kabar Mojokerto - Nasib malang dialami Oktavia Dwi Ramadhani (18). Gadis asal Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto mengidap mengidap kanker uterus.
Oleh dokter, kankernya dinyatakan terminal. Artinya tidak dapat disembuhkan melalui tindakan medis. Kondisinya saat ini sangat lemas. Tubuhya nyaris tinggal tulang dan kulit. Ia hanya bisa terbaring di tempay tidur.
Lantas, apa penyebab dan bagaiamana pengobatan kanker uterus ini ? Simak di artikel ini.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mojokerto dr Achmad Rheza menjelaskan, kanker uterus disebut juga kanker rahim. Umumnya dialami oleh wanita yang usia 50 tahun ke atas atau memasuki masa menopose.
“Kanker rahim terjadi ketika sel-sel sehat di dalam rahim tumbuh tidak terkendali (abnormal) hingga membentuk benjolan di bagian perut. Pada kebanyakan kasus, benjolan yang muncul dapat membesar hingga menyebar ke organ tubuh lain,” katanya.
Baca Juga: Gadis Pengidap Kanker Uterus Asal Mojokerto Jalani Pengobatan Lanjutan di RSPAL Surabaya
Menurutnya, belum diketahui pasti penyebab pasti munculnya kanker uterus. Namun, apabila diderita oleh orang dibawah 50 tahun biasanya faktor genetik.