“Kalau masih muda itu bisa jadi karena keturunan. Biaanya diketahui ada benjolan di perut. Kanker uretrus juga bisa disebabkan aktivitas seksual, katanya.
Ada beberapa gejala lain kanker uterus. Antara lain, penrdarahan pada vagina di luar siklus menstruasi, keputihan abnormal, sulit buang air kecil atau timbul rasa perih saat buang air keci, terjadi pembesaran rahim dan timbul rasa sakit saat berhubungan intim.
Kemudian terjadia penuruna berat badan secara drastis, timbul rasa sakit pada bagian perut bawah, pinggang dan kaki.
Dokter Rheza menyampaikan, trdapat beberapa cara untuk mendiagnosis keberadaan kanker dan tomor pada rahim. Seperti pemeriksaan fisik pada rahim dengan alat bantu spekulum untuk membuka rahim, tansvaginal ultrasound, hiteroskopi, USG, dan biopsi.
“Penanganan standarnya dilakukan operasi untuk kanker rahim yang belum menyebar dan efektif. Penanganan yang paling berhasil untuk kanker yang masih awal adalah pengangkatan uterus, serviks, ovarium dan tuba falopi,” dokter spesialis kandungan ini.
Baca Juga: Bupati Ikfina Fahmawati Apresiasi IDI Telah Bantu Program Pemda
Selain itu, bisa jaringan dan organ lain yang mencurigakan dibiopsi dan diangkat. Prosedur ini dapat mencegah kanker untuk kembali lagi.
Ia menambahkan, kanker uterus tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker rahim. Seperti menerapkan pola hidup sehat dan menjaga berat badan ideal sesuai indeks massa tubuh.
“Pencegahannya itu menjaga pola makan dan mempertahankan berat badan dengan mongomsumi gizi seimbang dan rajin olahraga. Dan juga melakukan hubungan seksual yang aman,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Wanita Wajib Tahu, 6 Tips Merawat Miss V agar Tidak Berbau
11 Tips Mencegah Obesitas, Bukan Hanya Menjaga Pola Makan
Tips Cepat Dapat Momongan, Pasutri Baru Wajib Tahu
4 Tips Nge-Gym bagi Pemula, Bermanfaat untuk Kebugaran Tubuh
Tips Mencegah Sakit Akibat Udara Dingin Malam Hari