Kabar Mojokerto- Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, turut menyoroti kasus ricuh dalam laga final futsal putra antara Kota Malang dan Surabaya Ajang Porprov Jatim 200205 di Graha Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Souto secara tegas mengatakan, kekerasan dalam olahraga akan merusak budaya olahraga. Bahkan, juga dapat menghambat target masuk Piala Dunia.
“Kekerasan dalam olahraga tidak hanya merusak pengalaman bagi pemain, suporter, dan penyelenggara, tetapi juga mencerminkan lemahnya budaya olahraga kita-hingga menghambat target besar seperti lolos ke Piala Dunia,” kata Souto dalam Insta Story Instagramnya, @souto.h, Jumat (27/6/2026).
Pria yang juga menjabat Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia (FFI) ini menyebut, kasus futsal Porprov Jatim 2025 ini nenjadi tragedi yang memilukan.
“Kasus Porprov Jatim adalah contoh memilukan bagaimana aksi kekerasan menodai semangat olahraga. Karena itu, sangat penting untuk:
Baca Juga: Kabupaten Mojokerto Berangkatkan 323 Atlet ke PORPROV IX Jawa Timur, Incar Prestasi Lebih Tinggi
Promosikan nilai-nilai: Hormat, disiplin, dan kerja tim sejak dini. Berikan sanksi tegas: Nol toleransi terhadap kekerasan, baik di lapangan maupun tribun. Edukasi suporter: Dukungan harus penuh semangat dan riang, bukan agresif,” ungkap Souto.
Artikel Terkait
Profil Ridwan Oesman, Sosok yang Bawa PSMP Mojokerto Putra Menuju Liga 4 Nasional
PS Mojokerto Putra Gagal Promosi ke Liga 3 Usai Ditumbangkan Persitara
Ditarget 10 Besar di Ajang Porprov 2025, KONI Kota Mojokerto Digelontor Dana Hibah Rp 6,5 Miliar
Obor Porprov Jatim IX 2025 Dinyalakan di Wisata Api Abadi Pamekesan, Kirab Diiringi Motor Listrik