Kabar Mojokerto- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mengajukan dua tempat untuk penyelengaraan Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026. Sekolah program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini akan menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera atau miskin ekstrem.
Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto Try Rahardjo Mardianto, calon murid Sekolah Rakyat berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Dari data yang diperoleh, sebanyak 46.481 anak di Kabupaten Mojokerto masuk syarat murid Sekolah Rakyat yang perlu diverifikasi.
“Sesuai DTSEN yang diterima dari pemerintah pusat, Kabupaten Mojokerto ada 46.481 warga yang harus dilakukan verval,” kata Try Raharjo kepada wartawan, Minggu (14/4/2025).
Namun, kata dia, Pemkab Mojokerto tahun ini hanya mengusulkan penyelenggaran Sekolah Rakyat hanya untuk jenjang SMP dengan kapasitas 100 siswa. Jika mengacu data DTSEN, ada 6.571 anak dari keluarga miskin ekstrem yang akan masuk SMP atau berusia 12-13 tahun.
“Setelah dilakukan verfikasi jenjang SMP usia 12-13 tahun ini ada 6.571 anak yang hendak masuk SMP kelas VII,’’ tambahnya.
Dua lokasi yang diusulkan Pemkab Mojokerto yakni Gedung Rumah Aman Anak milik Dinas Sosial di Jalan Brangkal, Kecamatan Sooko, dan Balai Diklat di Kecamatan Gedeg. Masing-masing lokasi dilengkapi asrama dan bisa menampung dua rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 25 siswa per rombel, sehingga total kapasitasnya mencapai 100 siswa jenjang SMP.
Try Harjo menyampaikan, kedua gedung tersebut bersifat sementara sambil menunggu pembangunan Sekolah Rakyat berbasis asrama di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.
“Dua tempat yang kita usulkan ini bersifat sementara untuk pelaksanaan sekolah rakyat tahun ajaran baru Juli nanti," ungkapnya.
Baca Juga: Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul: Sangat Memadahi
Program Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Mojokerto untuk mendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan yang berkeadilan kepada masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga prasejahtera dan miskin ekstrem.
Pemkab Mojokerto telah melakukan pendataan calon siswa yang berminat masuk SR dengan mengerahkan pendamping PKH untuk mengisi form kesanggupan. "Ketika ada yang tertarik, mereka akan mengisi form kesanggupannya. Setidaknya data ini nanti akan menjadi gambaran awal pemkab dalam pelaksanaan sekolah rakyat yang Insyaallah akan dimulai tahun ini," ungkap Try Raharjo.
Baca Juga: Sepenggal Cerita Peralihan Sistem Pendidikan di Mojokerto dari Belanda ke Jepang
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul telaj meninjau Rumah Aman Anak milik Dinsos Kabupaten Mojokerto, Minggu (13/4). Langkah ini sebagai verifikasi kesiapan sarana dan prasarana gedung yang nantinya bakal ditempati Sekolah Rakyat (SR) yang menjadi program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
Didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan jajarannya, Gus Ipul melakukan pengecekan satu persatu ruangan yang menjadi satu komplek dengan UPT Pesanggrahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Dinas Sosia.