Sepenggal Cerita Peralihan Sistem Pendidikan di Mojokerto dari Belanda ke Jepang

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Minggu, 13 April 2025 | 11:42 WIB
SMPN 1 Kota Mojokerto yang pernah menjadi lembaga MULO atau sekolah tingkat lanjutan pertama satu-satunya di masa pemerintahan kolonial. (Koleksi Ayuhannafiq)
SMPN 1 Kota Mojokerto yang pernah menjadi lembaga MULO atau sekolah tingkat lanjutan pertama satu-satunya di masa pemerintahan kolonial. (Koleksi Ayuhannafiq)

 

 


Kabar Mojokerto-
Pendidikan di Mojokerto telah mengalami tiga masa transisi yang signifikan. Namun, tidak seluruh masyarakat berkesempatan menimba ilmu di sekolah di masa penjajahaan.

 

Pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq, menuturkan bahwa pendidikan formal pertama kali terjadi di era kolonial Belanda. Namun, lembaga pendidikan tersebut hanya mengutamakan siswa dari keturunan kolonial maupun anak berdarah Eropa lainnya.

 

 

Di masa pemerintahan kolonial, sekolah tingkat dasar dinamakan Holland Inlandsche School (HIS). Lulusan HIS dapat melanjutkan ke jenjang menengah pertama ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dan berlanjut ke pendidikan menengah atas di Hogere Burgerschool (HBS) maupun Algemeene Middelbare School (AMS).

 

Kursi kepala sekolah selalu dijabat oleh guru non-pribumi, dan tenaga pendidik juga berasal dari warga berkebangsaan Belanda.

 

”Setiap sekolah di masa kolonial menerapkan pelajaran bahasa Belanda,” kata Yuhan.

Baca Juga: Dikbud Kota Mojokerto Geber Rehabilitasi 4 Sekolah Negeri, Telan Anggaran Rp 2,5 Miliar

 

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X