Kabar Mojokerto- Pendidikan di Mojokerto telah mengalami tiga masa transisi yang signifikan. Namun, tidak seluruh masyarakat berkesempatan menimba ilmu di sekolah di masa penjajahaan.
Pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq, menuturkan bahwa pendidikan formal pertama kali terjadi di era kolonial Belanda. Namun, lembaga pendidikan tersebut hanya mengutamakan siswa dari keturunan kolonial maupun anak berdarah Eropa lainnya.
Di masa pemerintahan kolonial, sekolah tingkat dasar dinamakan Holland Inlandsche School (HIS). Lulusan HIS dapat melanjutkan ke jenjang menengah pertama ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) dan berlanjut ke pendidikan menengah atas di Hogere Burgerschool (HBS) maupun Algemeene Middelbare School (AMS).
Kursi kepala sekolah selalu dijabat oleh guru non-pribumi, dan tenaga pendidik juga berasal dari warga berkebangsaan Belanda.
”Setiap sekolah di masa kolonial menerapkan pelajaran bahasa Belanda,” kata Yuhan.
Baca Juga: Dikbud Kota Mojokerto Geber Rehabilitasi 4 Sekolah Negeri, Telan Anggaran Rp 2,5 Miliar
Artikel Terkait
SMAN 1 Kutorejo di Mojokerto Tanamkan Pendidikan Karakter Berbasis Majapahit
Anggaran Terancam Dipangkas, Rehabilitasi Puluhan Sekolah Rusak di Mojokerto 2025 Tertunda
Lapas Mojokerto Tingkatkan Akses Pendidikan untuk Warga Binaan Melalui Program Kejar Paket
Pesan Soekarno Kala Mengunjungi Sekolah di Mojokerto, Penting untuk Generasi Muda!