Kabar Mojokerto- Ini menjadi peringatan kepada pengguna jalan yang melintas di jalan raya Brawijaya Dusun Petok Desa Tunggal Pager, Pungging, Mojokerto.
Ketika terjadi hujan deras, jalan nasional yang menghubungkan Mojokerto dengan Pasuruan ini sering menjadi langganan banjir. Banjir di jalan itu kedalamannya mencapai 20 cm hingga 40 cm.
Sehingga, benar-benar mengganggu pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.
Pantauan di lokasi meskipun sudah ada saluran atau gorong-gorong di sisi jalan utara dan selatan, namun tidak memuat menampung luapan air. Akibatnya, udara menggenangi jalan sepanjang sekitar 100 meter. Mulai dari depan Kantor Kecamatan Pungging ke timur atau hingga jembatan Tunggal Pager. Udara menutup seluruh jalan.
Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan demi menghindari potensi kecelakaan dan mogok.
“Hujannya turun sejak pukul 12.00 WIB, sekitar setengah jam kemudian jalannya sudah penuh air,” kata Ridwan (28) salah satu warga sekitar yang setiap hari menjual balon di dekat jembatan Tunggal Pager, kepada kabarmojokerto.id, Jumat (11/4/2025).
Dijelaskan Ridwan, setiap kali hujan turun, jalan ini terendam air akibat gorong-gorong yang meluap.
Ridwan menduga pengumpulan udara itu disebabkan gorong-gorong yang mengalir ke sungai Petok, Tunggal Pager, tersumbat. “Kalau menurut saya dari gorong-gorong ini karena banyak tanahnya dan juga sampah,” ujarnya.
Sementara itu, tidak sedikit motor yang rusak akibat terjebak banjir. Para pengguna jalan yang nekat menerabas diharapkan berhati hati karena dapat menyebabkan kecelakaan.
"Kadang ada yang mogok, juga tadi ada (mogok). Bisa saja menyebabkan kecelakaan harus hati-hati," tandasnya.